Contoh Gagasan Pokok dan Gagasan Penjelas

Diposting pada
Rate this post

Melengkapi Gagasan Pokok dengan Gagasan Penjelas

Pada materi sebelumnya, kamu sudah belajar memahami isi teks laporan hasil observasi. Jika kamu sudah memahaminya, marilah lanjutkan dengan menyajikan gagasan ke dalam laporan hasil observasi.

Sebagaimana yang sudah kamu pahami sebelumnya bahwa pada setiap paragraf terdapat gagasan pokok. Jadi, mengembangkan teks dimulai dengan menuliskan gagasan- gagasan pokok terlebih dahulu. Setiap gagasan pokok dikembangkan menjadi satu paragraf.

Perhatikanlah contoh rangkaian gagasan pokok berikut.

  1. Merpati sering disamakan dengan dara karena termasuk dalam ordo yang
  2. Merpati dan dara adalah burung yang berbadan gempal dengan leher pendek, paruh ramping pendek, dan cere
  3. Merpati dan dara memiliki spesies yang
  4. Berbagai spesies merpati dan dara dimanfaatkan sebagai burung

Gagasan pertama dapat dikembangkan, dengan menambah gagasan- gagasan penjelas. Pengembangan gagasan dapat dibantu dengan format yang dapat kamu tuliskan dalam buku kerjamu.

No Gagasan Pokok Gagasan Penjelas
1

Merpati sering disamakan dengan dara karena termasuk dalam famili yang sama.

Merpati dan dara termasuk dalam famili Columbidae dari ordo Columbiformes, yang mencakup sekitar 300 spesies burung kerabat pekicau.

 

Dalam percakapan umum, kata “dara” dan “merpati” dapat saling menggantikan. Dalam praktik ornitologi, terdapat suatu kecenderungan bahwa “dara” digunakan untuk spesies yang lebih kecil, sedangkan “merpati” untuk spesies yang lebih besar. Namun, hal tersebut tidak diterapkan secara konsisten.

Jika gagasan umum dan gagasan penjelas di atas dikembangkan menjadi satu paragraf akan menjadi paragraf berikut ini.

Merpati sering disamakan dengan dara karena termasuk dalam famili yang sama. Merpati dan dara termasuk dalam famili Columbidae dari ordo Columbiformes, yang mencakup sekitar 300 spesies burung kerabat pekicau. Dalam percakapan umum, kata “dara” dan “merpati” dapat saling menggantikan. Dalam praktik ornitologi, terdapat suatu kecenderungan “dara” digunakan untuk spesies yang lebih kecil, sedangkan “merpati” untuk spesies yang lebih besar.

Namun, hal tersebut tidak diterapkan secara konsisten.

Apabila dilihat dari letak gagasan pokoknya, sebuah paragraf dibedakan menjadi empat kelompok yaitu (a) deduksi, (b) induksi, (c) campuran, (d) naratif dan deskriptif.

Pada pelajaran kali ini, kamu hanya akan mempelajari tentang paragraf deduksi dan induksi. Paragraf deduksi adalah paragraf yang letak gagasan utamanya di awal paragraf,

sedangkan paragraf induksi adalah paragraf yang letak gagasan utamanya ada di akhir paragraf.

Perhatikan contoh paragraf deduktif berikut ini.

Gagasan Pokok Paragraf
Kelelawar memiliki manfaat bagi kehidupan manusia. Kelelawar, seperti halnya binatang lain, memiliki manfaat bagi kehidupan manusia. Kelelawar pemakan nektar  membantu  penyerbukan bunga. Selain itu, kelelawar pemakan serangga menjauhkan manusia dari gigitan nyamuk.

Bahkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kelelawar vampir dapat digunakan untuk mengobati pasien sakit jantung dan stroke.

Antikoagulan, substansi yang ditemukan dalam air liur kelelawar vampir, disaring oleh beberapa ilmuwan di berbagai negara dan digunakan sebagai obat penyakit tersebut.

Bandingkanlah dengan paragraf induktif berikut

Gagasan Pokok Paragraf
Kelelawar memiliki manfaat bagi kehidupan manusia. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelelawar pemakan nektar membantu penyerbukan bunga. Kelelawar pemakan serangga menjauhkan manusia dari gigitan nyamuk. Hasil penelitian terakhir bahkan menunjukkan bahwa kelelawar vampir dapat digunakan untuk mengobati pasien sakit jantung dan stroke. Antikoagulan, substansi yang ditemukan dalam air liur kelelawar vampir, oleh beberapa ilmuwan di berbagai negara dan digunakan sebagai obat penyakit tersebut. Hasil-hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kelelawar memiliki manfaat bagi kehidupan manusia.

Lihat Juga;