Contoh Laporan Harian Kegiatan Membaca

Diposting pada
Rate this post

Nama : Muhamad Adhitya Saputra
Kelas : X TM-B
NO :17
Jurusan : Mekatronika

CONTOH LAPORAN HARIAN KEGIATAN MEMBACA

Judul Buku/Novel : Ayah
Pengarang : Andrea Hirata
Penerbit : PT. Bentang Pustaka
Tahun terbit : Mei 2015
Cetakan : Pertama
Jenis buku : Fiksi
Jumlah halaman : 432

No Hari/Tanggal Bab/Halaman Informasi Penting
1 Senin 9 Oktober Halaman 1-96 Sejak kecil Sabari jatuh hati pada Marlena, gadis cantik pujaanya. Inilah awal mula semua kisah hebat ini.

 

Sabari, yang jago puisi adalah Isaac Newtonnya pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam segala situasi, kemampuan berbahasa Sabari tidak boleh dipertanyakan.

 

Ketika ujian, Marlena mengambil kertas jawaban Sabari begitu saja dan menyalin semua jawabannya. Di sanalah mereka pertama kali bertemu. Sabari langsung terpana.

2 Rabu 11 Oktober Halaman 96-154 Masalahnya, Marlena sedikitpun tidak tertarik pada Sabari. Jangankan tertarik, justru dia jijik.

 

Hebatnya, Sabari tidak pernah menyerah. Dengan kemampuannya berpuisi dia selalu menciptakan kalimat-kalimat indah untuk pujaan hatinya itu.

 

Kisah cinta masa SMP itu ternyata tidak berakhir sampai di sana. Hingga tamat sekolah pun, Sabari tetap mengejar-ngejar Marlena.

3 Jumat 13 Oktobe Halaman 154 – 283 Segala cara dilakukan Sabari untuk merebut hati Marlena, termasuk dengan cara bekerja di tempat Markoni sang juragan batu bata. Markoni adalah ayah Marlena.

 

Sabari bekerja dengan baik dan langsung menjadi pegawai teladan. Markoni menghadiahinya medali. Sabari dengan banggu mengalungkan medali itu ketika bekerja sembari berharap Marlena terpukau. Jangankan terpukau, selirik pun Marlena tidak peduli.

 

4 Sabtu 14 Oktober Halaman283 – 400 Kejadian aneh memang selalu terjadi. Marlena hamil. Entah siapa lelaki itu, tidak ada yang tahu.

 

Demi menutup aib keluarga, Marlena terpaksa menikah dengan Sabari. Sosok Sabari yang demikian hebat mau saja menerima Marlena dan anak yang dikandungnya itu apa adanya.

 

Lahirlah anak beruntung itu. Namanya Zorro. Sekalipun bukan anak kandungnya, Sabari justru merawat Zorro dengan baik. Zorro adalah anak kesayangannya.

 

Tapi Marlena tetaplah Marlena. Sediktipun dia tidak peduli dengan Sabari. Bahkan, dia meninggalkan Sabari dan Zorro begitu saja, lalu menikah lagi dengan lelaki lain.

 

Yang membuat Sabari nyaris gila adalah suatu hari, Zorro direbut kembali oleh Marlena. Entah apa tujuan Marlena merebut Zorro. Yang pasti, Marlena ingin menikan dengan lelaki lain (untuk kesekian kalinya) dan Zorro akan berada di pelukan ibunda.

 

Minggu 15 Oktober Halaman 400 – 432 Zorro besar bersama ibunya. Sosok Sabari masih samar-samar di ingatanya karena dia masih terlalu kecil ketika berada di pangkuann Sabari.

 

Sabari benar-benar gila. Pertama dia kehilangan Marlena. Tidak apa-apa, masih ada Zorro yang menjadi penghibur hatinya. Kemudian dia kehilangan Zorro anaknya itu. Setelah itu semua yang dimilikinya pergi meninggalkannya, termasuk kucingnya.

 

Komentar terhadap buku Intinya, novel Ayah menceritakan betapa besarnya kasih seorang ayah kepada anaknya, bahkan bukan anak kandungnya sekalipun. Bisa kita lihat sosok Sabari bahkan hilang warasnya karena berpisah dengan Zorro.

Yogyakarta, 2017

Mengetahui

Orang tua wali Guru Bahasa

CONTOH LAPORAN BACA HARIAN 2

CONTOH LAPORAN BACA HARIAN

Teknis Laporan Membaca Buku nonfiksi

Dilihat dari contoh laporan di atas, secara garis besar bisa kita lihat bahwa pembuatan laporan bisa dibagi menjadi beberapa kolom penting. Apa sajakah itu? simak ulasannya berikut.

1. Identitas Buku

Dari contoh di atas juga kita temuka akan kita temukan kolom identitas buku. Dimana identitas buku ini berisi data-data lengkap tentang buku yang akan kamu buat laporan membaca buku nonfiksi.

Elemen yang bisa kamu cantumkan bisa sesuai dengan contoh di atas. Jadi kamu hanya tinggal isi identitas tersebut. Fungsi identitas buku itulah untuk mempertajam bahwa laporan kamu memang benar-benar diambil dari buku tersebut.

2. Halaman/bab yang dibaca

Khusus di kolom ini, kamu bisa menuliskan halaman yang kamu rangkum berada di bab berapa dan halaman berapa.

Pada contoh laporan membaca buku nonfiksi di atas tidak saya cantumkan halamannya.

Nah, laporan yang lengkap, bisa ditambah lokasi halaman di halaman berapa sampai berapa dan masuk di bab berapa.

3. Informasi Penting

Di kolom informasi penting pada laporan membaca buku nonfiksi, kamu bisa menuliskan hasil ringkasan kamu selama membaca.

Ingat, ini ditulis berdasarkan hasil ringkasan kamu, itu sebabnya di awal penting sekali membaca isi buku secara keseluruhan.

Fungsinya agar memudahkan kamu untuk membuat ringkasan tepat sasaran. Jadi kamu cukup meringkas per bab saja. Misal di bab satu kamu meringkas, kemudian di tuliskan di kolom informasi penting ini.

begitupun di bab kedua, tiga hingga selesai. Ingat, ini hanya ringkasan saja, tidak dituliskan semua isi buku.

Jika dituliskan secara keseluruhan, sudah pasti laporan kamu akan terlalu tebal dan pastinya juga akan berat di ongkos print.

4. Pertanyaan/tanggapan

Nah, di bab pertanyaan dan tanggapan ini bisa kamu isikan sesuai keinginan kamu. Jadi kamu bisa menuliskan pertanyaan.

Tentu saja pertanyaan tersebut sesuai dan selaras atau ada sangkut pautnya dengan Informasi penting yang dibaca pada sebuah buku nonfiksi.

Jika tidak ada pertanyaan yang pas, kamu pun bisa menggantinya dalam bentuk tanggapan juga loh.

Ketiga teknis laporan di atas semoga tidak lagi membuat kamu binggung dalam membuat sebuah laporan membaca.

Setidaknya dengan pemaparan ketiga elemen di atas kamu bisa lebih memahami setiap poin yang harus disampaikan.

Bentuk Laporan Membaca Buku nonfiksi

Barangkali kamu muncul pertanyaan tentang pembuatan laporan membaca buku nonfiksi yang bentuknya berbeda-beda.

Apakah bentuk laporan yang dituliskan di atas adalah format baku? Jawabannya tidak. Jadi apa yang dicontohkan hanya salah satu bentuk laporan yang bisa kamu tiru, yang kebetulan menggunakan table.

Ada pun cara lain yaitu bisa dibuat tanpa format table. Misalnya dengan membuat rangkumen yang tidak perlu di kotak-kotak. Dikemas dalam bentuk seperti essai atau membuat karangan.

Hanya saja dari segi kefektifan dan kerapian, bentuk yang sesuai contoh di atas lebih enak dan memudahkan.

Jadi, terlepas itu semua, kamu bisa memilih laporan membaca yang sesuai yang kamu sukai yang mana.

Kamu bisa memilih, sesuai dengan karakter masing-masing. Atau bisa juga mengikuti instruksi perintah guru, laporan akan dibuat dan diformat seperti apa dan bagaimana.

Itulalah contoh laporan membaca buku nonfiksi yang bisa kamu pahami, pelajari. Semoga dengan pemaparan ini memudahkan kamu dalam membuat laporan.

Kamu pun tidak perlu pusing-pusing bagiamana membuat laporan. Kunci selanjutnya kamu tinggal memilih buku yang akan diulas yang menggunakan pembahasan dan bahasa yang lebih ringan.

Setelah melihat contoh laporan di atas, setidaknya pula mengubah anggapan bahwa membuat laporan membaca itu sulit, itu tidak benar.

Kamu hanya seperti membuat ringkasan singkat yang bisa digunakan untuk pembelajaran. Semoga dengan contoh dan penjelasan di atas, kamu bisa mendapatkan nilai tugas yang baik. Selamat mencoba mengerjakan.

Baca Juga;