Sandi Kotak 2

Diposting pada
5/5 - (5 votes)

Sandi Kotak 2

Sandi ini terdiri dari kotak-kotak saja tanpa sudut-sudut dengan kunci sebagai berikut:

sandi kotak 2

sandi kotak 2

Sama seperti sandi kotak I, untuk membedakan ketiga huruf tiap kotak maka diberi titik. Berikut contoh-contohnya:

sandi kotak 2

sandi kotak 2

Rumus sandi kotak 2 ini tidak jauh berbeda dengan rumus sandi kotak 1. Jika dalam sandi kotak 1 yang mana di dalam satu kota terdiri dari 2 huruf alfabet disertai dengan titik, maka untuk sandi kotak 2 terdiri dari 3 huruf alfabet yang berada di dalam satu kotak vertikal horizontal dan tidak menggunakan titik terkecuali dalam penerapan nya.

Selain itu, jika pada sandi kotak 1 terdiri dari 2 macam kotak, vertikal horiontal & menyilang, maka di sandi kotak 2 hanya ada satu kotak yang bentuknya vertikal horizontal. Dalam kotak vertikal horizontal ini dibagi menjadi 9 kotak yang mana dalam satu kotak terdapat tiga huruf di dalamnya.

Adapun cara penerapan nya pada sebuah kata sama seperti cara penggunaan sandi kotak 1. Pada sandi kotak 2, kalian hanya membentuk huruf yang sesuai dengan posisi nya dalam kotak, dan apabila huruf yang akan kalian tulis termasuk dalam huruf ke-2 dari kotak, maka kalian cukup menambahkan satu titik saja.

Jika huruf yang akan kalian tulis ada pada huruf ketiga dalam sebuah kotak, maka kalian harus menambahkan dua titik. Contoh huruf a, kalian hanya perlu membuat garis siku-siku. Adapun b, garis siku-siku nya ditambahi menggunakan satu titik di dalamnya. Sedangkan jika huruf c, maka garis siku-siku tadi diisi dengan dua titik.

Peranan pendidikan sangat penting dalam kehidupan manusia bahkan tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan proses kehidupan manusia. Dengan kata lain, kebutuhan manusia terhadap pendidikan bersifat mutlak dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat, bangsa dan negara. Keberhasilan proses belajar mengajar merupakan faktor utama dari keberhasilan tujuan pendidikan secara umum.

Kurikulum 2013 menjadikan pendidikan kepramukaan sebagai ekstra kurikuler wajib mulai jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK. Pewajiban pendidikan kepramukaan menjadi ekstra kurikuler wajib ini sebenarnya bukanlah merupakan hal yang baru,

karena sudah sejak lama pendidikan kepramukaan dijadikan kegiatan ekstra kurikuler wajib di sekolah, terutama Sekolah Dasar. Kebijakan tersebut justru menjerumuskan pendidikan kepramukaan menjadi pelajaran kepramukaan.

Sandi Kotak 2

Dalam konteks kurikulum 2013 pendidikan kepramukaan diharapkan mendukung pembentukan kompetensi sikap sosial peserta didik, terutamanya adalah sikap peduli.

Disamping itu juga dapat dipergunakan sebagai wadah dalam penguatan pembelajaran berbasis pengamatan maupun dalam usaha memperkuat kompetensi keterampilannya dalam ranah konkrit. Dengan demikian kegiatan ekstra kurikuler ini dapat dirancang sebagai pendukung kegiatan kurikuler.

Dalam lingkup SD kegiatan ini diharapkan dapat menunjang proses keberhasilan pembelajaran anak dalam semua mata pelajaran di tingkat SD

Selain

sebagai rana minat juga dapat dijadikan pemicu semangat para peserta didik dalam belajar, salah satunya dalam mata pelajaran matematika. Karena dalam kegiatan kepramukaan itu sendiri berisi kegiatan kegiatan yang menyenangkan seperti, baris berbaris, smaphore, sandi, dan penjelajahan.

Sejak puluhan tahun yang lalu perubahan baik dalam strategi mengajar maupun dalam kurikulum matematika sekolah telah mengalami perubahan yang banyak.

Dahulu konsentrasi matematika berada di sekolah, khususnya di sekolah dasar, terletak pada proses melakukan kalkulasi sehingga tertumpu pada latihan berhitung dan menghafal fakta-fakta. Sekarang pembelajaran matematika di sekolah dasar menekankan pada pemahaman konsep dasar matematika dan hubungan antar berbagai sistem bilangan.

Bukanlah berarti keterampilan berhitung sudah tidak diperlukan lagi, namun latihan dan hafalan itu akan lebih baik apabila dilandasi dengan pemahaman. Tanpa pemahaman ini, siswa akan kecil kemungkinannya dapat mengikuti perkembangan matematika dan kesulitan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan konstektual.

Belajar matematikan merupakan tentang konsep-konsep dan struktur abstrak yang terdapat dalam matematika serta mencari hubungan antara konsep-konsep dan struktur matematika.

Belajar matematika harus melalui proses yang bertahan dari konsep yang sederhana ke konsep yang lebih kompleks. Setiap konsep matematika dapat dipahami dengan baik jika pertama-tama disajikan dalam bentuk konkrit.

Membaca pada hakekatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik dan metakognitif sebagai proses visual membaca merupakan proses menerjemahkan simbol tulis (huruf) ke dalam kata-kata lisan.

Sebagai suatu proses berpikir membaca mencakup aktivitas pengenalan kata, pemahaman literal, interprestasi, membaca kritis dan pemahaman kreatif, pengenalan kata bisa berupa aktivitas membaca kata-kata dengan menggunakan kamus Crawley dan Montain (Rahim, 2008:2)

Tiga istilah sering digunakan untuk memberikan komponen dasar dari proses membaca, yaitu recording, decoding, dan meaning. Recording merujuk pada kata-kata dan kalimat, kemudian mengasosiasikannya dengan bunyi-bunyinya sesuai dengan sistem tulisan yang digunakan, sedangkan proses decoding (penyandian) merujuk pada proses penerjemahan rangkaian grafis ke dalam kata-kata.

Proses recording dan decoding biasanya berlangsung pada kelas-kelas awal, yaitu SD kelas (I, II, dan III) yang dikenal dengan istilah membaca permulaan.

Penekanan membaca pada tahap ini ialah proses perseptual, yaitu pengenalan korespondensi rangkaian huruf dengan bunyi-bunyi bahasa. Sementara itu proses memahami makna (meaning) lebih ditekankan di kelas-kelas tinggi SD.

Baca Juga;