Contoh Literasi Novel

Diposting pada

Pengertian Literasi

Literasi merupakan kemampuan seseorang dalam hal membaca atupun kemampuan untuk menulis. Literasi ialah  suatu kemampuan indivudu dalam melakukan menulis, berhitung, membaca, menghafal dan lain sebagainya. Pengertian literasi mempunyai banyak makna, arti literasi, dengan kata lain literasi ialah suatu daya tangkap manusia terhadap hal seperti menulis, mnyimak, membaca, mendengarkan entah dengan respon baik ataupun tidak baik. Literasi ialah suatu kemampuan yang dimilki oleh setiap individu / keterampilan yang dimiliki individu serta menjadi admin / anggota dari sanggar minat dan lainnya.

KUMPULAN CONTOH RESENSI NOVEL FIKSI TERLENGKAP DAN TERBARU

Di zaman yang digital ini kebiasaan membaca tetap saja menjadi sebuah tradisi yang tidak dapat dilepaskan dan juga digantikan. Apalagi sekarang ini membaca apapun sangatlah mudah diakses melalui internet, karena dengan membudayakan membaca maka seseorang akan dapat lebih paham dan mempunyai banyak pengetahuan. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa contoh resensi novel dan juga tentunya sebelum itu akan dijelaskan terlebih dahulu mengenai penjelasan resensi secara lengkap dan juga lugas.

Pengertian Resensi Buku

Resensi ini berasal dari bahasa latin revidere/recensie yang mempunyai artian suatu bentuk penilaian yang diberikan. Akan tetapi apabila kita tilik pengertian resensi dari KBBI (kamus besar bahasa Indonesia) mempunyai artian bahwa resensi adalah penjelasan dari sebuah buku.

Dengan membuatu suatu resensi untuk suatu karya fiksi ataupun non fiksi ternyata bukan saja untuk sekedar memikat pembaca agar tertarik untuk membeli karya tersebut, akan tetapi dalam meresensi ini juga anda harus menuliskan suatu kekurangan dan juga kelebihan dari suatu karya tersebut dan juga bahkan baiknya jika anda memberikan suatu solusi yang membangun agar karya tersebut bisa mengkoreksinya jauh lebih baik dari sebelumnya.

Kegiatan meresensi ini memang sering sekali ditemukan di beberapa sekolah yang telah berbasis kurikulum 2013 bahkan yang masih berkurikulum 2006 pun menggunakan bahan resensi sebagai bahan pelajaran yang diberikan siswa. Meresensi sebuah karya haruslah dengan penilaian yang benar-benar murni sesuai dengan apa yang anda pikirkan / anda rasakan setelah membaca karya yang akan diresensi.

Karena apabila anda ingin meresensi suatu karya tanpa membaca terlebih dahulu maka anda akan menduga dan juga memperkirakan saja tanpa tahu fakta sebenarnya. Utamakan membaca terlebih dahulu apabila ingin tahu suatu hal, jangan langsung menilai baik atau buruk karya apabila anda tidak membacanya terlebih dahulu.

Unsur-Unsur Resensi Buku

  1. Identitas buku

Dalam membuat suatu resensi maka anda wajib mengetahui terlebih dahulu mengenai identitas dari buku yang akan anda resensi, coba bayangkan saja apbila anda ingin meresensi suatu karya akan tetapi anda sendiri bingung karena sebelumnya tidak mengenal identitas buku tersebut. Identitas buku yang harus anda ketahui tidaklah rumit seperti rumus-rumus fisika dan juga kimia di sekolah, justru identitas buku hanya terdiri dari:

  • Judul buku resensi
  • Nama pengarang buku resensi
  • Nama penerbit buku resensi
  • Jumlah halaman buku resensi
  • Tahun terbit buku resensi
  • Nomer edisi terbit buku resensi

  1. Ikhtisar buku

Ikhtisar buku ini disusun berdasarkan dengan apa yang dibutuhkan oleh buku itu sendiri, maksudnya tidak semua karya sastra mempunyai ikhtisar buku yang mencolok apalagi suatu karya sastra yang dalam bentuk novel, tentunya dalam menentukan ikhtisar buku sangatlah berbeda dengan menentukan ikhtisar buku pada karangan non fiksi. apabila anda akan meresensi novel maka sebaiknya untuk menentukan bagian ini anda tulis saat menemukan kejadian-kejadian yang penting dalam novel tersebut.


  1. Pengarang

Dalam membuat suatu resensi karya sastra maka anda wajib mengetahui pengarang dari karya tersebut yang biasanya nama pengarang diletakkan pada bagian depan buku dan juga biasanya dalam poin pengarang ini anda tidak hanya cukup menuliskan nama pengarang saja akan tetapi anda juga biasanya dituntut untuk sedikit mengulik latar belakang pengarang karya tersebut.


  1. Kelemahan dan juga keunggulan karya tersebut

Jelas sekali dalam membuat suatu resensi bahwa anda harus dituntut memberikan gambaran mengenai kelemahan dan keunggulan dari karya tersebut. Hal ini juga sebenarnya bisa membuat anda secara tidak langsung berlatih guna lebih kritis dan juga imajinatif terhadap suatu karya seseorang.


Tujuan Resensi Buku Novel

Setiap segala sesuatu yang akan dilakukan pastinya mempunyai tujuan yang harus diperhitungkan, sebagai wujud motivasi dan juga penyemangat dalam proses pengerjaannya, sama halnya dengan memberikan tujuan saat anda memutuskan untuk meresensi suatu karya, dengan mempunyai suatu tujuan yang diawal telah disusun dan dirancang maka anda dapat menyesuaikan gaya bahasa anda agar tujuan resensi anda bisa tercapai dan berhasil. Berikut beberapa tujuan resensi buku :

  1. Mengajak kepada pembaca agar lebih kritis lagi terhadap apa yang mereka baca dan tentunya jika karya yang akan anda resensi ini akan lebih diminati oleh para pembaca setelah memebaca resensi yang telah dipaparkan.
  2. Membuat para pembaca agar lebih kompetitif lagi dalam menghasilkan suatu karya.
  3. Memberikan suatu gambaran kepada pembaca.
  4. Menjawab beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan dan dituangkan ke dalam sebuah resensi.
  5. Mencegah hal-hal buruk terjadi (maksudnya adalah karena sebelumnya para pembaca sudah diberikan gambaran mengenai suatu karya melalui resensi).

Contoh Resensi Novel Dear Nathan

  1. Identitas buku

Judul buku : Dear Nathan

Penerbit : Best Media

Tahun Terbit : Maret 2016

Jumlah Halaman : 528 hlm

Nomor Edisi : ISBN 978-602-6940-14-8


  1. Sinopsis

Resensi Novel Dear Nathan – Novel Dear Nathan ini bergenre roman, yang mengisahkan suatu kisah di masa putih abu-abu. Di kisah tersebut terkisah 2 insan yang mempunyai kepribadian yang sangat berbeda bak langit dan bumi. Sebut saja Salma, gadis lugu yang sangat takut apabila berbuat kesalahan itu pindah ke sekolah yang di dalamnya terdapat banyak sekali murid-murid yang berlatar belakang urakan.

 

Sungguh hal ini membuat Salma merasa tidak nyaman. Terlebih lagi pada hari pertama Salma pindah ke sekolah barunya dan ia telah mendapatkan masalah karena telat datang ke sekolah barunya. Akan tetapi ada seorang laki-laki yang membantu Salma lolos dari hukuman keterlambatan pada saat itu, dia bernama Nathan cowok yang sangat terkenal dengan sifatnya yang sering membuat ulah disekolah.