Naam Artinya

Diposting pada

Naam Artinya

Beberapa kosa kata menjadi latihan kebahasaan dan evaluasi untuk mengasah kembali pembendaharaan atau kekayaan kosa kata yang kita miliki, dalam hal ini kita akan mengartikan dua kosa kata bahasa Arab beserta contoh kalimatnya di dalam Al Quran yang mengandung kedua kata tersebut

Baca Juga : Syukron Artinya

Pengertian Na’am

Na’am artinya “iya” atau “betul”. Berikut ini contoh ayat Al Quran yang mengandung kata tersebut

وَنَادَىٰ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ أَصْحَابَ النَّارِ أَن قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدتُّم مَّا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا ۖ قَالُوا نَعَمْ ۚ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌ بَيْنَهُمْ أَن لَّعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

Dan penghuni penghuni surga berseru kepada Penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): “Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?” Mereka (penduduk neraka) menjawab: “Betul“. Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: “Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim

Kata yang sering diucapkan para ikhwan (laki-laki) atau akhwat (perempuan) dalam keseharian dewasa ini.


Misal:

Nanti kita ketemu ya!?, dijawab na’am.

Apakah kamu Budi?, dijawab na’am saya budi.

Mau minum ini ga Ani/Ukhti?, dijawab na’am saya mau itu.

Tambahan Kalimat dan Contoh Penggunaan Kata Na’am

Penggunaan kata na’am lebih fleksibel dibandingkan kosakata Bahasa Arab lainnya, sama seperti lawan katanya yakni Laa.

Agar sahabat muslim sekalian memperoleh contoh yang sangat jelas tentang penggunaan kata na’am dan tambahan kalimatnya maka simak poin-poin berikut:


  • Membenarkan Tindakan secara Singkat Padat dan Jelas

M: Apa kamu yang membuang sampah itu ke bawah? (Hal anta min ramaa alqimaamatun (alqimaamah)?)

Y: Na’am

Baca Juga : ;Afwan Artinya

Kalimat tanya di atas menyebutkan Kamu Laki-laki sebagai subjeknya dan hal yang ditanyakan hanya ada satu.

Kamu bisa menjawabnya dengan menambahkan beberapa kata pendukung seperti, “Na’am, saya membuangnya” atau menjawabnya dengan sangat singkat, “Na’am” saja.


  • Menyetujui Suatu Hal dengan Tujuan Tertentu

X: Apakah kamu percaya bahwa bumi itu bulat? (Hal ta’taqiddu analardhi mustadiiratun (mustadhiirah)?)

Y: Na’am saya percaya bumi itu bulat karena banyak fakta yang telah membuktikannya.

Kata na’am di atas disertai kalimat pendukung karena pernyataan tersebut untuk memberikan alasan terhadap sesuatu.

Setelah kata na’am diikuti kalimat lengkap untuk mendukung pembenaran yang dilakukan subjek yang ditanya.


  • Basa-basi untuk Menyatakan Terima Kasih

Z: Cobalah hidangan ini, silahkan!

A: Ya, terima kasih (Na’am, syukron)!

Sahabat muslim sekalian tentu sering menemui kejadian seperti contoh di atas, yakni ketika ucapan “iya” atau “na’am” hanya digunakan untuk berbasa-basi.

Namun dalam basa-basi tersebut “na’am” tidak hanya berarti sebuah persetujuan bisa saja penolakan secara halus untuk menghargai pemberian seseorang.


  • Menyatakan Suatu Pembenaran Kejadian atau Perkara Tertentu

A: Apakah kamu benar-benar perlu melakukan semua ini?

B: Ya (Na’am), penting bagi saya karena selama ini belum ada pengganti untuk mengambil alih pekerjaan saya.

Apabila sahabat muslim sekalian menjawab pertanyaan secara singkat tanpa alasan tentu membuat pendengar menunggu sahabat muslim menyampaikannya.

Pertanyaan tersebut sebenarnya lebih ditujukan untuk mengetahui alasan sahabat muslim yang menyetujui untuk melakukan hal-hal tertentu.


  • Memahami Suatu Penjelasan atau Keterangan

X: Apakah kalian sudah mengerti?

Y: Na’am, afhum! (Ya, saya mengerti).

Jawaban pertanyaan di atas memang tidak ditujukan untuk mencari sebuah pembenaran subjek. Tetapi lebih kepada pemahaman sahabat muslim setelah mendengarkan materi atau obrolan penting dari seseorang.

Kosakata singkat dari kata na’am artinya sekaligus contohnya di atas memberikan gambaran bahwa kata tersebut bisa digunakan untuk menjawab kebenaran suatu pertanyaan.

Penggunaannya sangat fleksibel karena sahabat muslim sekalian bisa mengucapkannya dengan singkat.

Dapat menyertakan juga kalimat pendukung yang panjang untuk menyatakan persetujuan pendapat, menyatakan pemahaman, dan lain sebagainya.

Selain tujuan di atas, na’am juga bisa diucapkan hanya untuk sekadar basa-basi seperti saat dijadikan suku kata tambahan pada ungkapan terima kasih. Na’am juga bisa dijadikan kata penyelamat ketika sahabat muslim kurang pandai berbahasa Arab.