Khutbah Singkat Tentang Sabar

Diposting pada

Khutbah Singkat Tentang Sabar Lengkap dengan Mukadimah

الحمد لله رب العالمين وبه نستعين على امورالدنيا والدي. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين. اما بعد
فياعباد الله أوصيكم وإياي بتقوى الله فقد فاز المتقون, وقال الله تعالى فى القرأن العظيم وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ الله العلي العظيم

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Dalam kesempatan khutbah ini, mari kita merenungkan kembali hal yang mungkin sudah sering kita dengar dan kita alami, tetapi dapat kita perdalam dengan lebih baik. Kita akan melihat bagaimana korelasi antara sikap sabar dengan kesuksesan hidup. Orang-orang yang sukses di dunia ini senantiasa menyisakan cerita unik tentang dinamika dan pasang surut perjuangan, jatuh bangun dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan. Tanpa jiwa yang kuat dan sabar maka tidaklah mungkin seseorang akan mencapai kesuksesan hidup.

Sabar merupakan harta mati bagi sebuah kesuksesan. Hampir tidak ada kesuksesan tanpa didahului perjuangan dan kesabaran, penuh disiplin, dan tidak mudah putus asa. Inilah hikmah dari petikan cerita surah al-Baqarah ayat 249 tentang Nabi Daud:

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ قَالَ إِنَّ اللَّـهَ مُبْتَلِيكُم بِنَهَرٍ فَمَن شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَن لَّمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ ۚ فَشَرِبُوا مِنْهُ إِلَّا قَلِيلًا مِّنْهُمْ ۚ فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ قَالُوا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ ۚ قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَاقُو اللَّـهِ كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّـهِ ۗ وَاللَّـهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya: Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.

Ayat tersebut terkait dengan pengalaman Nabi Daud saw ketika memimpin pasukan kecilnya melawan tentara Jalut yang jumlahnya jauh lebih besar. Dan Nabi Daud berhasil memenangkan peperangan ini karena kesabaran, keuletan dan kedisiplinan.

Kaum Muslimin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Dalam deretan Asmaul Husna, As-Shabur (Yang Maha Penyabar) adalah salah satu nama dari asma-Nya.

Menurut Imam al-Ghazali, nama Tuhan ini mengandung pengertian bahwa Allah tidak tergesa-gesa menghukum para pelaku dosa. Kesabaran-Nya terhadap para pelaku perbuatan dosa dengan tujuan memberikan waktu agar insyaf, dan kembali menemukan jalan yang diridhai-Nya.

Dengan kata lain, sabar merupakan sifat Allah subhanahu wa ta’ala. Sabar mencerminkan sifat ke-Tuhanan-an yang sangat mulia. Bahkan dalam tingkatan tindakan keimanan sabar menempati posisi paling tinggi, tentunya dengan pahala yang tak terhingga. Seperti yang tercantum dalam surat az-Zumar ayat 10:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya: Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Jama’ah Jum’at yang di rahimati Allah…

Sabar selalu diidentikkan dengan musibah. Artinya sabar seolah hanya ada ketika manusia dihadapkan dengan musibah.

Padahal tidak begitu adanya. Karena sesungguhnya bersabar jauh lebih berat ketika diterapkan dalam kondisi kehidupan yang normal dan bahagia. Memang berat seorang yang hidup miskin untuk bersabar dengan kondisi yang dialaminya dan tetap ingat dan berterimakasih dengan rahmat-Nya.

Akan tetapi lebih berat lagi ketika seorang yang berkedudukan, seorang pejabat, harus bersabar tetap berada dalam jalan yang diridhai-Nya, sedangkan disekililingnya bergelimangan harta dan kekuasaan yang tak putus-putusnya mengajak menuju kebejatan dan kesesatan.

Bersabar memang pahit awalnya, akan tetapi manis akhirnya. Allah swt memerintahkan sabar dalam menghadapi sesuatu yang tidak disenangi maupun yang disenangi.

Begitu mulianya sebuah kesabaran sehingga Allah swt menghimbau kepada orang beriman agar menjadikan kesabaran sebagai pegangan, sebagai penolong seperti yang dituntunkan dalam al-qur’an surat al-Baqarah ayat 153;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّـهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya: hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Jama’ah Jum’at rahimakumullah…

Bila dicermati dengan seksama maka ayat di atas, bila dilihat cara penyebutan kata sabar mendahului kata sholat, menggambarkan bahwa kedudukan sabar tidaklah kalah penting dengan sholat. Ini dikarenakan segala sesuatu memang memerlukan kesabaran. Hingga masalah yang paling pentingpun yaitu sholat tidak ketinggalan.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa sabar bukanlah berserah diri. Pasif menerima apa adanya. Namun, sabar harus disertai dengan usaha menuju kepada yang lebih baik.

Sebagai penutup, marilah kita saling berwasiat akan pentingnya kesabaran sebagai kunci menuju sukses. Kesabaran yang aktif dan dinamis, bukan kesabaran yang pasif dan stagnan.

بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

الحمد لله رب العالمين وبه نستعين على امورالدنيا والدي. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين. اما بعد
فياعباد الله أوصيكم وإياي بتقوى الله فقد فاز المتقون, وقال الله تعالى فى القرأن العظيم وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ الله العلي العظيم

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Dalam kesempatan khutbah ini, mari kita merenungkan kembali hal yang mungkin sudah sering kita dengar dan kita alami, tetapi dapat kita perdalam dengan lebih baik. Kita akan melihat bagaimana korelasi antara sikap sabar dengan kesuksesan hidup.

Orang-orang yang sukses di dunia ini senantiasa menyisakan cerita unik tentang dinamika dan pasang surut perjuangan, jatuh bangun dan pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan. Tanpa jiwa yang kuat dan sabar maka tidaklah mungkin seseorang akan mencapai kesuksesan hidup.

Sabar merupakan harta mati bagi sebuah kesuksesan. Hampir tidak ada kesuksesan tanpa didahului perjuangan dan kesabaran, penuh disiplin, dan tidak mudah putus asa. Inilah hikmah dari petikan cerita surah al-Baqarah ayat 249 tentang Nabi Daud:

فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُودِ قَالَ إِنَّ اللَّـهَ مُبْتَلِيكُم بِنَهَرٍ فَمَن شَرِبَ مِنْهُ فَلَيْسَ مِنِّي وَمَن لَّمْ يَطْعَمْهُ فَإِنَّهُ مِنِّي إِلَّا مَنِ اغْتَرَفَ غُرْفَةً بِيَدِهِ ۚ فَشَرِبُوا مِنْهُ إِلَّا قَلِيلًا مِّنْهُمْ ۚ فَلَمَّا جَاوَزَهُ هُوَ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ قَالُوا لَا طَاقَةَ لَنَا الْيَوْمَ بِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ ۚ قَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلَاقُو اللَّـهِ كَم مِّن فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّـهِ ۗ وَاللَّـهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya: Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.

Ayat tersebut terkait dengan pengalaman Nabi Daud saw ketika memimpin pasukan kecilnya melawan tentara Jalut yang jumlahnya jauh lebih besar. Dan Nabi Daud berhasil memenangkan peperangan ini karena kesabaran, keuletan dan kedisiplinan.

Kaum Muslimin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah
Dalam deretan Asmaul Husna, As-Shabur (Yang Maha Penyabar) adalah salah satu nama dari asma-Nya.

Menurut Imam al-Ghazali, nama Tuhan ini mengandung pengertian bahwa Allah tidak tergesa-gesa menghukum para pelaku dosa. Kesabaran-Nya terhadap para pelaku perbuatan dosa dengan tujuan memberikan waktu agar insyaf, dan kembali menemukan jalan yang diridhai-Nya.

Dengan kata lain, sabar merupakan sifat Allah subhanahu wa ta’ala. Sabar mencerminkan sifat ke-Tuhanan-an yang sangat mulia. Bahkan dalam tingkatan tindakan keimanan sabar menempati posisi paling tinggi, tentunya dengan pahala yang tak terhingga. Seperti yang tercantum dalam surat az-Zumar ayat 10:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya: Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Jama’ah Jum’at yang di rahimati Allah…

Sabar selalu diidentikkan dengan musibah. Artinya sabar seolah hanya ada ketika manusia dihadapkan dengan musibah. Padahal tidak begitu adanya.

Karena sesungguhnya bersabar jauh lebih berat ketika diterapkan dalam kondisi kehidupan yang normal dan bahagia. Memang berat seorang yang hidup miskin untuk bersabar dengan kondisi yang dialaminya dan tetap ingat dan berterimakasih dengan rahmat-Nya.

Akan tetapi lebih berat lagi ketika seorang yang berkedudukan, seorang pejabat, harus bersabar tetap berada dalam jalan yang diridhai-Nya, sedangkan disekililingnya bergelimangan harta dan kekuasaan yang tak putus-putusnya mengajak menuju kebejatan dan kesesatan.

Bersabar memang pahit awalnya, akan tetapi manis akhirnya. Allah swt memerintahkan sabar dalam menghadapi sesuatu yang tidak disenangi maupun yang disenangi.

Begitu mulianya sebuah kesabaran sehingga Allah swt menghimbau kepada orang beriman agar menjadikan kesabaran sebagai pegangan, sebagai penolong seperti yang dituntunkan dalam al-qur’an surat al-Baqarah ayat 153;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّـهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya: hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Jama’ah Jum’at rahimakumullah…

Bila dicermati dengan seksama maka ayat di atas, bila dilihat cara penyebutan kata sabar mendahului kata sholat, menggambarkan bahwa kedudukan sabar tidaklah kalah penting dengan sholat. Ini dikarenakan segala sesuatu memang memerlukan kesabaran.

Hingga masalah yang paling pentingpun yaitu sholat tidak ketinggalan.
Akan tetapi, perlu diingat bahwa sabar bukanlah berserah diri. Pasif menerima apa adanya. Namun, sabar harus disertai dengan usaha menuju kepada yang lebih baik.

Sebagai penutup, marilah kita saling berwasiat akan pentingnya kesabaran sebagai kunci menuju sukses. Kesabaran yang aktif dan dinamis, bukan kesabaran yang pasif dan stagnan.

بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah Singkat Tentang Sabar Terbaru

Oleh KH Zainal Umam Amin
الخطبة الأولى

الحمد لله الذي أمر المؤمنين بما أمر به المرسلين، وجعل الصبر من صفات أهل اليقين، وحثهم عليه في محكم الذكر المبين، بقوله تعالى : ” يا أيها الذين آمنوا استعينوا بالصبر والصلاة، إن الله مع الصابرين ” وقوله تعالى ” يا آيها الذين آمنوا اصبروا وصابروا ورابطوا واتقوا الله لعلكم تفلحون “
نحمده تعالى ونسأله العفوا والعافية والهداية إلى أقوم سبيل، ونشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، أمرنا بالصبر ووعد عليه بالثواب الجزيل، ونشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله المأمور بالصبر الجميل في محكم التنزيل، والقائل صل الله عليه وسلم : ” الصلاة نور والصدقة برهان والصبر ضياء والقرآن حجة لك أو عليك – يريد عند الملك الجليل – والمخاطب بقوله تعالى ” فاصبر كما صبر أولوا العزم من الرسل ولا تستعجل لهم كأنهم يوم يرون ما يوعدون لم يلبثوا إلا ساعة من نهار، بلاغ فهل يهلك إلا القوم الفاسقون “
اللهم فصل وسلم على سيدنا محمد الحامد الشاكر والمرشد الحكيم الصابر، وعلى آله وصحبه أولي المفاخر، وعلى التابعين لهم بإحسان في الباطن والظاهر، ” والذين يؤمنون بما أُنْزِلَ إليك وما أُنْزِلَ من قبلك وبالآخرة هم يوقنون “.
أما بعد : فيا أيها المؤمنون رحمكم الله، أصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز من اتقى، قال الله تعالى في كتابه العزيز : ” إنما يوفى الصابرون أجرهم بغير حساب “…صدق الله العظيم

Ma’asyiral mukminin rahimakumullah…
Mari kita selalu meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt, dengan sungguh-sungguh. Berusaha sekuat tenaga untuk selalu menunaikan perintah-perintahnya dengan semangat dan disertai keikhlasan, melaksanakan ibadah dan amal saleh dengan keinginan untuk mendapatkan Ridha Allah Swt,
bukan dorongan mendapatkan duniawi atau bahkan dorongan hawa nafsu yang justru akan menjerumuskan dan merusak amal ibadah kita, karena riya, ujub, sum’ah, takabbur dan lain sebagainya.
Keutamaan sabar itu adalah termasuk agung-agungnya fadhilah, dan kedudukan orang yang bersabar menurut Allah adalah kedudukan yang sangat mulia. Dan lebih bahagia-bahagianya manusia adalah mereka yang diberi lisan untuk berdzikir,
hati yang banyak bersyukur serta orang yang mendapatkan ujian dari Allah berupa sakit atau yang lainnya dan bersabar atas ujian tersebut. Itulah yang dinamakan manusia sempurna. Barang siapa yang bersabar, maka dia akan mendapatkan keberhasilan, dan mendapatkan sesuatu yg tidak didapatkan oleh orang-orang yang terdahulu.
Dengan kesabaran dan teguhnya iman, maka akan menjadi ringan sesuatu yang berat-berat, dan sesuatu juga akan menjadi lurus, dan akan tampak kebenaran atas kebatilan.
Banyak dijelaskan di dalam Alquran dan Hadist tentang kesabaran dan bagaimana cara menghadapi segala permasalahan hidup.
Hidup dengan sabar merupakan cerminan dari akhlakul karimah dan sifat terpuji. Sabar merupakan sifat dari para anbiya’, mursalin, sifat para shahabat ulama’ dan juga sifat orang-orang saleh terdahulu.
Mereka semua adalah orang-orang pilihan Allah Swt, yang semasa hidupnya digunakan untuk berdakwah kepada umat manusia, agar menyembah kepada Allah, dan sisa umurnya dipergunakan untuk beribadah serta mengabdi kepada-Nya.
Namun demikian, sejarah perjalanan hidup mereka banyak mengalami dan menghadapi ujian. Sementara Allah tidak akan memberikan ujian atau cobaan, kecuali Allah akan membersihkannya dari dosa-dosa serta meninggikan derajatnya.
Emas tidak tampak cemerlang jika tidak melalui dipanaskan dengan api. Demikian juga orang yg mau bersabar, saat Allah memberikan ujian kepadanya, maka Allah akan memberikan kepadanya jalan keluar, dan akan dimudahkan oleh Allah Swt.
Nabi Nuh As bersabar atas ujian dari allah, berdakwah selama 950 tahun. Nabi Ibrahim As juga bersabar atas kaum dan bapaknya yang seorang pembuat dan penjual berhala. Nabi Musa dan Nabi Harun bersabar dalam menghadapi Fir’aun serta pasukannya.
Dan masih banyak lagi kisah-kisah tentang kesabaran para anbiya’ dan ulama. Dan semua ujian itu dihadapi dengan penuh kesabaran dan penuh kepasrahan kepada Allah, sehingga mereka tetap tegar dan tahan uji dalam menghadapi ujian itu, semangat dan perjuangan mereka dalam mengemban amanat Allah tidak surut dan padam, bahkan mereka tidak mengenal putus asa.
Akhirnya perjuangan mereka benar-benar membuahkan hasil dan tidak sia-sia dan berakhir pula dengan kesuksesan dan semua kisah sejarah kesabaran para anbiya’ diabadikan di dalam Alquran dll.
Seperti sejarah kesabaran Nabi Ayub As beliau diuji oleh Allah dengan berbagai macam ujian, namun tetap bersabar, firman Allah dalam surat Shaad Ayat 44.

إنا وجدناه صابرا، نعم العبد إنه أواب.

Artinya : sesungguhnya kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya). {QS. Shaad : 44}
Ma’asyiral mukminin rahimakumullah…
Mari kita renungkan, cobaan yang diberikan Allah kepada Nabi Ayub ada empat macam, yakni musnahnya harta kekayaan, anak-anak beliau pada meninggal, penyakit gatal pada tubuh beliau dan diasingkan oleh kaumnya, namun istrinya tetap setia menemaninya.
Musnahnya harta kekayaan nabi Ayub, yang terdiri dari berbagai macam binatang ternak serta ratusan hektar sawah yang dikerjakan oleh kaum serta pengikut beliau yang beriman.
Diriwayatkan, Allah memberikan kemampuan pada Iblis untuk bisa naik turun ke langit, dan pada suatu saat, Iblis mendengar para malaikat sedang membaca salawat atas diri nabi Ayub, lalu muncullah sifat hasudnya kepada Nabi Ayub,
dan memohon kepada Allah : “ Wahai Tuhan, saat ini aku menyaksikan bahwasannya Ayub memang hambamu yang banyak bersyukur dan banyak memujimu, akan tetapi jikalau engkau memberikan cobaan kepadanya, pastinya dia tidak akan bersyukur lagi dan akan mendurhakaimu “.
Lalu Allah berfirman kepada Iblis : “ Silakan kamu pergi, dan Aku berikan kuasa kepadamu untuk mencoba Ayub melalui harta kekayaannya “.
Kemudian berangkatlah Iblis dan mengumpulkan semua pasukannya yang terdiri atas setan dan jin, dan berkata pada pasukannya “ sekarang ini aku diberi wewenang untuk mencoba Ayub melalui harta kekayaanya”.
Alhasil, semua cobaan serta musibah yang menimpa pada nabi Ayub tidak mempengaruhi serta tidak mengurangi sedikitpun rasa bersyukurnya Nabi Ayub kepada Allah dan bahkan masih tetap memujinya setiap saat.
Itulah gambaran singkat tentang kesabaran Nabi Ayub atas semua cobaan dari Allah, sehingga pantaslah jika Allah juga memujinya, sebagaimana firman Allah dalam Alquran :
Lihat Juga : Harga Ready Mix

إنا وجدناه صابرا، نعم العبد إنه أواب.

Kesabaran Nabi Ayub inilah yang patut kita jadikan suri tauladan untuk kita bisa mengikutinya sesuai dengan kemampuan, dalam menghadapi segala macam musibah dan cobaan yang diberikan Allah kepada kita semua,
hendaknya kita menghadapinya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan, karena Allah juga telah menjanjikan kepada manusia yang mau bersabar saat mendapatkan cobaan dan ujian dari Allah, sebagaimana firmannya dalam surat Albaqarah Ayat 155 :

ولنبلونكم بشيء من الخوف والجوع ونقص من الأموال والأنفس والثمرات، وبشر الصابرين

Artinya : “ Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekuranga harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar “.
Rasulullah Saw juga bersabda :

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مع عِظَمِ الْبَلَاءِ، وإن الله تعالى إذا أحبَّ قوما ابتلاهم، فمن رضي فله الرضا، ومن سَخِطَ فله السُخْطُ

Artinya : “ sesungguhnya besarnya pahala itu beserta besarnya cobaan dan ujian, dan sesungguhnya Allah Swt ketika menyayangi suatu kaum maka akan di uji atau dicoba oleh Allah, barang siapa ridha serta ihlas akan cobaan itu maka dia akan mendapatkan ridha Allah, barang siapa marah-marah atas cobaan serta ujian dari allah maka dia mendapatkan murka Allah “.

جَعَلَنِيَ الله وإياكم من الصابرين، الذين هم بالله مُعْتَصِمُوْنَ، ولِقَضَائِهِ وقَدَرِهِ مُسْتَسْلِمُوْنَ وَمُسَلِّمُوْنَ، والذين إذا أصابتهم مصيبة قالوا إنا لله وإنا إليه راجعون
وقل رب اغفر وارحم وأنت خير راحمين

——————————————————
الخطبة الثانية
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِتِّحَادِ وَاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ الْمَتِيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، إِيَّاهُ نَعْبُدُ وَإِيَّاُه نَسْتَعِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
عِبَادَ الله، اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَسَارِعُوْا إِلَى مَغْفِرَةِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَقَرَابَتِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ جَمِيْعَ وُلاَةَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَانْصُرِ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ