Argentina vs Inggris akan berhadapan dalam salah satu pertandingan terbesar di Piala Dunia 2026. Kedua negara dijadwalkan bertemu di Atlanta Stadium pada Rabu, 15 Juli 2026 pukul 15.00 waktu setempat atau Kamis, 16 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.
Pertandingan ini perlu ditegaskan berstatus semifinal, bukan perempat final. Argentina memperoleh tiket empat besar setelah menyingkirkan Swiss, sedangkan Inggris melewati perlawanan berat Norwegia. Pemenang laga di Atlanta akan menghadapi pemenang pertandingan Prancis melawan Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026.
Nama besar, sejarah panjang, kualitas pemain, serta kemampuan kedua tim bertahan dalam pertandingan sulit membuat pertemuan ini sulit diprediksi. Argentina datang sebagai juara bertahan, sementara Inggris membawa ambisi mengakhiri penantian gelar dunia sejak 1966.
Argentina dan Inggris Sama Sama Dipaksa Bermain hingga Babak Tambahan
Argentina dan Inggris mencapai semifinal melalui perjalanan yang menguras tenaga. Kedua tim harus bermain selama 120 menit pada perempat final sebelum memastikan tiket menuju Atlanta.
Argentina mengalahkan Swiss dengan skor 3 melawan 1 setelah babak tambahan. Alexis Mac Allister membuka keunggulan melalui sundulan setelah menerima umpan sepak pojok Lionel Messi. Swiss kemudian menyamakan kedudukan melalui Dan Ndoye pada menit ke 67.
Pertandingan berubah setelah Breel Embolo menerima kartu merah. Meski unggul jumlah pemain, Argentina baru mampu memecah kebuntuan pada menit ke 112 melalui tembakan jarak jauh Julian Alvarez. Lautaro Martinez kemudian menambah gol saat Swiss berusaha keluar menyerang.
Inggris juga harus bekerja keras saat mengalahkan Norwegia dengan skor 2 melawan 1. Andreas Schjelderup membawa Norwegia unggul pada menit ke 36, sebelum Jude Bellingham menyamakan skor menjelang berakhirnya babak pertama.
Bellingham kembali mencetak gol pada menit ketiga babak tambahan setelah memanfaatkan bola yang gagal diamankan penjaga gawang Orjan Nyland. Inggris mempertahankan keunggulan tersebut meskipun terus mendapat tekanan dari Norwegia.
Kondisi ini membuat pemulihan fisik menjadi bagian penting menjelang semifinal. Argentina dan Inggris hanya memiliki beberapa hari untuk mengembalikan kebugaran pemain setelah menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.
Argentina Masih Bertumpu pada Pengaruh Besar Lionel Messi
Lionel Messi tetap menjadi pusat permainan Argentina pada usia 39 tahun. Pergerakannya mungkin tidak lagi dilakukan dengan kecepatan tinggi sepanjang pertandingan, tetapi kemampuan mencari ruang, mengatur arah serangan, dan melepaskan umpan penentu masih sulit dihentikan.
Messi sudah mencetak delapan gol pada Piala Dunia 2026 dan berada di jajaran teratas persaingan pencetak gol. Ia juga menciptakan gol pembuka Argentina melawan Swiss melalui sepak pojok yang diselesaikan Mac Allister.
Inggris tidak dapat sekadar menugaskan satu pemain untuk mengikuti Messi. Pendekatan tersebut berisiko membuka ruang bagi Julian Alvarez, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, atau Rodrigo De Paul. Thomas Tuchel kemungkinan meminta lini tengahnya menjaga jarak antarpemain agar Messi tidak menerima bola dengan bebas di depan kotak penalti.
Saat Messi turun mendekati lini tengah, salah satu bek Argentina dapat membawa bola lebih jauh. Julian Alvarez juga dapat bergerak ke sisi lapangan untuk menarik bek Inggris keluar dari posisinya. Pola semacam ini memungkinkan Mac Allister memasuki ruang kosong dari lini kedua.
Argentina tidak harus menguasai bola dalam waktu lama untuk menciptakan peluang. Mereka mampu memperlambat permainan, menunggu lawan kehilangan susunan pertahanan, lalu mempercepat serangan melalui dua atau tiga umpan.
Jude Bellingham Menjadi Pemain yang Paling Diwaspadai Argentina
Inggris memiliki Jude Bellingham sebagai pemain yang dapat mengubah pertandingan dari lini tengah. Dua golnya ke gawang Norwegia memperlihatkan kemampuan mencari posisi di antara gelandang dan bek lawan.
Bellingham tidak hanya bergerak sebagai pembuat serangan. Ia dapat masuk ke kotak penalti, memenangkan duel fisik, membawa bola dari tengah, serta menekan pemain lawan setelah Inggris kehilangan penguasaan.
Tambahan dua gol pada perempat final membuat Bellingham telah mengoleksi enam gol di turnamen. Jumlah tersebut menyamai catatan Harry Kane sebagai pencetak gol terbanyak Inggris pada Piala Dunia 2026.
Argentina perlu menentukan siapa yang menjaga pergerakan Bellingham. Leandro Paredes dapat mengawalnya ketika berada di tengah, tetapi tugas itu bisa berpindah kepada Cristian Romero atau Lisandro Martinez saat Bellingham masuk ke kotak penalti.
Kesulitan muncul karena Bellingham sering bertukar posisi dengan pemain sayap dan Harry Kane. Ketika Kane turun menjemput bola, Bellingham dapat berlari melewati garis pertahanan. Bek Argentina harus mengambil keputusan cepat antara mengikuti Kane atau menutup pergerakan Bellingham.
Menurut penulis, keberhasilan Argentina membatasi Bellingham akan sangat menentukan arah pertandingan. Inggris terlihat lebih berbahaya ketika gelandang tersebut memperoleh kesempatan berlari dari lini kedua.
Duel Harry Kane dan Bek Tengah Argentina Menjanjikan Pertarungan Fisik
Harry Kane tetap menjadi penyerang utama Inggris meskipun tidak mencetak gol melawan Norwegia. Kapten Inggris tersebut telah membukukan enam gol sepanjang turnamen dan memiliki kemampuan lebih luas daripada sekadar menunggu bola di dalam kotak penalti.
Kane sering turun ke tengah untuk menerima umpan. Gerakan tersebut dapat menarik salah satu bek lawan sekaligus membuka jalur bagi Anthony Gordon, Bukayo Saka, Noni Madueke, atau Bellingham untuk masuk dari belakang.
Cristian Romero kemungkinan menjadi pemain yang paling sering berhadapan langsung dengan Kane. Keduanya mempunyai kekuatan fisik, keberanian dalam duel, dan pengalaman menghadapi pertandingan besar. Lisandro Martinez akan membantu menutup ruang serta mengantisipasi bola kedua.
Argentina tidak boleh terlalu mudah terpancing mengikuti Kane hingga jauh dari kotak penalti. Inggris memiliki pemain cepat yang siap menyerang ruang di belakang garis pertahanan. Nahuel Molina dan Nicolas Tagliafico juga harus berhati hati saat naik membantu serangan karena sisi lapangan dapat langsung diserang ketika bola direbut.
Kane tetap berbahaya dalam situasi bola mati. Argentina beberapa kali memberikan pelanggaran di sekitar area pertahanan sepanjang turnamen. Inggris dapat memanfaatkan umpan Declan Rice, Bellingham, atau Bukayo Saka untuk mengarahkan bola kepada Kane, John Stones, dan Marc Guehi.
Lini Tengah Menjadi Tempat Perebutan Kendali Pertandingan
Argentina kemungkinan menggunakan susunan empat gelandang seperti yang diturunkan ketika menghadapi Swiss. Leandro Paredes, Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister memberikan keseimbangan antara kemampuan bertahan, distribusi bola, serta pergerakan menuju kotak penalti.
Formasi tersebut membantu Argentina menutup bagian tengah sekaligus memberi kebebasan kepada Messi. De Paul dapat bergerak lebih luas untuk membantu Molina, sedangkan Mac Allister mempunyai kemampuan masuk dari sisi kiri.
Inggris biasa menggunakan dua gelandang di belakang Bellingham. Declan Rice dan Elliot Anderson memberikan tenaga, kemampuan merebut bola, serta keberanian mengalirkan umpan vertikal. Anderson juga menonjol dalam jumlah tekel, intersepsi, duel, dan perebutan penguasaan sepanjang turnamen.
Thomas Tuchel sempat menarik Rice saat jeda pertandingan melawan Norwegia. Pergantian tersebut menunjukkan Inggris mempunyai beberapa pilihan untuk mengubah pola bermain. Eberechi Eze dapat dimasukkan ketika Inggris membutuhkan pemain yang lebih berani membawa bola, sedangkan Morgan Rogers memberi kecepatan dan kekuatan dari bangku cadangan.
Argentina kemungkinan berusaha membuat tempo lebih terkontrol. Inggris akan memilih permainan yang lebih langsung apabila kesulitan menembus lini tengah. Umpan kepada Kane kemudian dilanjutkan menuju Bellingham atau pemain sayap dapat menjadi jalan keluar.
Sisi Kanan Inggris Dapat Menjadi Wilayah Serangan Utama
Bukayo Saka berpeluang kembali menjadi pilihan utama setelah memulai pertandingan melawan Norwegia dari bangku cadangan. Thomas Tuchel sebelumnya memainkan Noni Madueke, tetapi memasukkan Saka setelah turun minum untuk meningkatkan ancaman dari sisi kanan.
Saka mempunyai kemampuan menggiring bola, memotong ke tengah, mengirim umpan, dan mencari pelanggaran. Ia dapat menguji Tagliafico yang kemungkinan menjaga sisi kiri pertahanan Argentina.
Apabila Tagliafico terlalu fokus kepada Saka, ruang dapat terbuka bagi bek kanan Inggris untuk melakukan pergerakan tambahan. Reece James, Ezri Konsa, atau Djed Spence dapat menjadi pilihan bergantung pada pendekatan yang digunakan Tuchel.
Djed Spence memberi perubahan positif ketika masuk melawan Norwegia. Kecepatannya membantu Inggris menyerang ruang saat pemain lawan mulai kelelahan. Pemain Tottenham Hotspur tersebut juga dapat digunakan sebagai senjata pada babak kedua apabila skor masih seimbang.
Argentina dapat menjawab ancaman itu dengan meminta Mac Allister atau Tagliafico menjaga sisi lapangan secara berlapis. Namun, terlalu banyak pemain bertahan di satu sisi akan mengurangi bantuan kepada Messi dan Alvarez ketika Argentina merebut bola.
Emiliano Martinez dan Jordan Pickford Bisa Menjadi Pembeda
Pertandingan semifinal sering ditentukan oleh keputusan kecil penjaga gawang. Emiliano Martinez mempunyai pengalaman besar dalam pertandingan sistem gugur, termasuk menghadapi adu penalti.
Martinez dikenal berani keluar dari garis gawang, mampu memperlambat serangan satu lawan satu, serta mempunyai kepercayaan diri tinggi ketika menghadapi tendangan penalti. Kehadirannya membuat pemain Argentina tetap tenang saat lawan menciptakan tekanan.
Jordan Pickford juga memiliki pengalaman panjang bersama Inggris. Pertandingan melawan Norwegia menjadi penampilan ke 18 Pickford di Piala Dunia, melewati catatan Peter Shilton sebagai penjaga gawang Inggris dengan penampilan terbanyak pada turnamen tersebut.
Pickford melakukan sejumlah penyelamatan penting saat Norwegia menekan. Ia menggagalkan sundulan Erling Haaland, tembakan Alexander Sorloth, serta beberapa percobaan lain sebelum Inggris memastikan kemenangan.
Kedua penjaga gawang juga memiliki kemampuan mengirim bola panjang. Pickford dapat langsung mencari Kane atau pemain sayap, sedangkan Martinez sering memulai serangan Argentina melalui umpan pendek sebelum mengubah arah dengan bola panjang.
Riwayat Pertemuan Membuat Pertandingan Semakin Menarik
Argentina dan Inggris mempunyai sejarah pertemuan panjang di Piala Dunia. Keduanya pernah bertemu pada edisi 1962, 1966, 1986, 1998, dan 2002.
Pertemuan pada 1986 menjadi salah satu pertandingan paling dikenal dalam sejarah turnamen. Argentina menang dengan skor 2 melawan 1 melalui dua gol Diego Maradona. Empat tahun setelah itu, Argentina kembali menyingkirkan Inggris melalui adu penalti pada babak 16 besar Piala Dunia 1998.
Inggris membalas pada fase grup Piala Dunia 2002. Tendangan penalti David Beckham membawa Inggris menang dengan skor 1 melawan 0. Pertemuan terakhir kedua negara sebelum Piala Dunia 2026 berlangsung dalam laga persahabatan pada November 2005, ketika Inggris menang 3 melawan 2.
Jarak lebih dari dua dekade sejak pertemuan terakhir membuat sebagian besar pemain tidak mempunyai pengalaman langsung menghadapi lawannya di level internasional. Sejarah tetap menjadi perhatian pendukung, tetapi pertandingan akan lebih ditentukan oleh kondisi pemain saat ini.
Lionel Scaloni juga berusaha menurunkan ketegangan menjelang laga. Pelatih Argentina tersebut menyebut pertemuan dengan Inggris sebagai pertandingan sepak bola yang harus dihadapi secara profesional.
Perkiraan Susunan Pemain Argentina dan Inggris
Kedua pelatih masih dapat mengubah pilihan setelah memeriksa kondisi fisik pemain. Argentina cenderung mempertahankan susunan yang digunakan melawan Swiss, sedangkan Inggris mempunyai beberapa pilihan di sektor sayap dan bek kanan.
Argentina diperkirakan memasang Emiliano Martinez sebagai penjaga gawang. Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, dan Nicolas Tagliafico mengisi pertahanan. Leandro Paredes, Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister berada di tengah, sedangkan Lionel Messi serta Julian Alvarez memimpin serangan.
Susunan tersebut sama dengan tim utama yang digunakan Argentina pada perempat final. Lautaro Martinez dapat masuk pada babak kedua setelah mencetak gol melawan Swiss.
Inggris diperkirakan menggunakan Jordan Pickford, Ezri Konsa, John Stones, Marc Guehi, Nico O’Reilly, Declan Rice, Elliot Anderson, Bukayo Saka, Jude Bellingham, Anthony Gordon, dan Harry Kane.
Jarell Quansah masih menjalani hukuman dua pertandingan setelah menerima kartu merah saat Inggris mengalahkan Meksiko. Kondisi Marc Guehi dan Rice juga perlu dipantau setelah muncul laporan mengenai masalah kebugaran.
Argentina Sedikit Lebih Unggul dalam Pengelolaan Pertandingan
Argentina mempunyai kelebihan berupa pengalaman mempertahankan keunggulan, mengubah tempo, dan bertahan saat lawan meningkatkan tekanan. Beberapa pemain utama juga menjadi bagian dari tim juara Piala Dunia 2022 dan Copa America.
Namun, penampilan menghadapi Swiss memperlihatkan bahwa Argentina masih dapat kehilangan kendali. Mereka gagal mempertahankan keunggulan pada waktu normal dan baru mencetak gol tambahan setelah lawan bermain dengan sepuluh orang.
Inggris juga belum tampil sempurna. Thomas Tuchel mengakui timnya melakukan sejumlah kesalahan saat melawan Norwegia. Inggris terlalu mudah kehilangan bola dan memberi lawan beberapa peluang bersih sebelum diselamatkan oleh gol Bellingham.
Kualitas bangku cadangan Inggris dapat menjadi keuntungan. Saka, Eze, Morgan Rogers, Reece James, Djed Spence, Marcus Rashford, dan Ollie Watkins menawarkan karakter permainan berbeda. Argentina mempunyai Lautaro Martinez, Jose Lopez, serta sejumlah gelandang, tetapi ketergantungan kepada Messi masih sangat besar.
Prediksi penulis menempatkan Argentina sedikit di depan karena lebih berpengalaman mengatur pertandingan sistem gugur. Inggris tetap mempunyai peluang besar apabila Bellingham mampu bergerak bebas dan suplai bola kepada Kane berjalan lancar.
Prediksi Skor Argentina vs Inggris
Pertandingan diperkirakan berlangsung hati hati pada awal babak pertama. Argentina kemungkinan berusaha mempertahankan bola sambil menunggu Inggris keluar dari wilayah pertahanannya. Inggris dapat merespons melalui tekanan di tengah dan serangan cepat dari kedua sisi.
Gol pertama akan sangat menentukan. Argentina lebih nyaman ketika unggul karena dapat mengurangi tempo dan memancing lawan meninggalkan ruang. Inggris justru telah beberapa kali menunjukkan kemampuan bangkit setelah tertinggal.
Skor 1 melawan 1 pada waktu normal menjadi kemungkinan yang cukup kuat. Argentina dapat mencetak gol melalui Messi, Alvarez, atau pergerakan Mac Allister. Inggris mempunyai peluang membalas lewat Bellingham, Kane, maupun situasi bola mati.
Apabila pertandingan masuk babak tambahan, pengalaman Argentina dapat memberikan sedikit keuntungan. Lautaro Martinez juga menjadi pilihan berbahaya ketika masuk menghadapi pemain bertahan yang mulai kelelahan.
Prediksi akhir untuk semifinal Piala Dunia 2026 ini adalah Argentina menang 2 melawan 1 setelah babak tambahan. Peluang adu penalti tetap terbuka apabila kedua tim memilih lebih berhati hati setelah menit ke 90.
