Alif Lam Qomariah

Diposting pada

Pengertian Al Qamariyah

Al qamariyah disebut juga Izhar QomariyahAl Qamariyah harus dibaca jelas dan terang. Alif  Lam yang dirangkaikan dengan salah satu huruf Qamariyah maka Alif Lam harus dibaca jelas. Adapun huruf Qamariyah jumlahnya ada empat belas, yaitu :

Baca Juga : Alif Lam Syamsiyah

ب ج ح خ ع غ  ف ق ك م و غ ه ء ي   ا

Contoh :

اَلْاَحَدُ    اَلْحَمْدُ    اَلمَقَابِرُ     اَلْيَقِيْنِ     اَلهُدَى

اَلجَحِيْمِ  اَلقَارِعَةَ    اَلْفُرْقَانَ   اَلْغَفُوْرُ    اَلْكُفْرَ

Al” Qamariyah adalah “Al” yang dirangkai  dengan kata benda (isim) yang diawali dengan salah satu dari huruf-huruf qamariyah. Qamariyah artinya seperti Bulan

Cara membaca “Al” Qamariyah harus jelas (izhhar), yakni tetap kelihatan bacan lam sukunnya. Karena itulah hukum bacaan “Al” Qamariyah sering disebut dengan Izhhar Qamariyah (إِظْهَارْ قَمَرِيَّةْ)

Baca Juga ; Hukum Mim Mati


Pembagian Alif lam Qamariyah

Pembagian lam ta’rif yang kedua adalah Alif lam syamsiyah yang berarti alif lam (ال) yang dirangkai dengan salah satu huruf qamariyah. Sedangkan huruf-huruf alif lam qamariah ada 14 yaitu: ا ب ج ح خ ع غ ف ك ق م و هـ ي
Cara Membacanya adalah huruf lam di beri sukun sehingga suaranya jelas. Contohnya الْقَمَرِيَةُ di baca al qamariah
Seperti halnya alif lam syamsiyah, jika di awal kalimat (ibtida’) huruf alifnya diberi harakat atas, tetapi jika di tengah kalimat, huruf alifnya tidak diberi harakat. Contoh: اَلْـحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْـعَالَمِينَ ( Alif lam pertama, berada di awal maka alif tersebut diberi harakat atas. Sedangkan alif lam kedua berada di tengah kalimat dan alifnya tidak diberi harakat).

Contoh Alif Lam Qomariah

Baca Juga : Idgham Syamsiyah dan Indgham Qomariyah

Berikut contoh alif lam qamariah
  1. ال Bertemu dengan ا Contohnya: اْلأَحَ Cara bacanya: al-ahad
  2. ال Bertemu dengan ب Contohnya: اْلبَصِيْرُ Cara bacanya: al-bashir
  3. ال Bertemu dengan ج Contohnya:  اِلجَمَالُ Cara bacanya: al-jamal
  4. ال Bertemu dengan ح Contohnya: الْحَمْدُ Cara bacanya: al -hamdu
  5. ال Bertemu dengan خ Contohnya: الْخَيْرُ Cara bacanya: al-khair
  6. ال Bertemu dengan ع Contohnya: الْعَصْرُ Cara bacanya: al-`ashr
  7. ال Bertemu dengan غ Contohnya: الْغَفُوْرُ Cara bacanya: al-ghafur
  8. ال Bertemu dengan ف Contohnya: الْفِيْلُ Cara bacanya: al-fiil
  9. ال Bertemu dengan ق Contohnya: الْقَارِعَةُ Cara bacanya: al-qari`ah
  10. ال Bertemu dengan ك Contohnya: اْلكَوْثَرُ Cara bacanya: al-kautsar
  11. ال Bertemu dengan م Contohnya: الْمُؤْمِنُ Cara bacanya: al-mukmin
  12. ال Bertemu dengan و Contohnya:  اْلوَهَّابُ Cara bacanya: al- wahab
  13. ال Bertemu dengan هـ Contohnya: الْهُمَزَةُ Cara bacanya: al- hamzah
  14. ال Bertemu dengan ي Contohnya: الْيَوْمُ Cara bacanya: al-yaum

Baca Juga : Idgham Syafawi


Membaca Al-Quran Dengan Tajwid

Dalam membaca Al-Quran agar dapat mempelajari, membaca dan memahami isi dan makna dari tiap ayat Al-Quran yang kita baca, tentunya kita perlu mengenal, mempelajari ilmu tajwid yakni tanda-tanda baca dalam tiap huruf ayat Al-Quran. Guna tajwid ialah sebagai alat untuk mempermudah, mengetahui panjang pendek, melafazkan dan hukum dalam membaca Al-Quran.

Tajwīd (تجويد) secara harfiah mengandung arti melakukan sesuatu dengan elok dan indah atau bagus dan membaguskan, tajwid berasal dari kata ” Jawwada ” (جوّد-يجوّد-تجويدا) dalam bahasa Arab. Dalam ilmu Qiraah, tajwid berarti mengeluarkan huruf dari tempatnya dengan memberikan sifat-sifat yang dimilikinya. Jadi ilmu tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara melafazkan atau mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam kitab suci Al-Quran maupun Hadist dan lainnya.

Baca Juga : Kumpulan Contoh Idgham Bilaghunnah

Dalam ilmu tajwid dikenal beberapa istilah yang harus diperhatikan dan diketahui dalam pembacaan Al-Quran, diantaranya :

  1. Makharijul huruf, yakni tempat keluar masuknya huruf
  2. Shifatul huruf, yakni cara melafalkan atau mengucapkan huruf
  3. Ahkamul huruf, yakni hubungan antara huruf
  4. Ahkamul maddi wal qasr, yakni panjang dan pendeknya dalam melafazkan ucapan dalam tiap ayat Al-Quran
  5. Ahkamul waqaf wal ibtida’, yakni mengetahui huruf yang harus mulai dibaca dan berhenti pada bacaan bila ada tanda huruf tajwid
  6. dan Al-Khat dan Al-Utsmani

Arti lainnya dari ilmu tajwid adalah melafazkan, membunyikan dan menyampaikan dengan sebaik-baiknya dan sempurna dari tiap-tiap bacaan dalam ayat Al-Quran.

Menurut para Ulama besar menyatakan bahwa hukum bagi seseorang yang mempelajari tajwid adalah Fardhu Kifayah, yakni dengan mengamalkan ilmu tajwd ketika memabaca Al-Quran dan Fardhu ‘Ain atau wajib hukumnya baik laki-laki atau perempuan yang mu’allaf atau seseorang yang baru masuk dan mempelajari Islam dan KitabNya.

Mengenal, mempelajari dan mengamalkan ilmu tajwid berserta pemahaman akan ilmu tajwid itu sendiri merupakan hukum wajib suatu ilmu yang harus dipelajari, untuk menghindari kesalahan dalam membaca ayat suci Al-Quran dan melafazkannya dengan baik dan benar sehingga tiap ayat-ayat yang dilantunkan terdengar indah dan sempurna.

Baca Juga : Kumpulan Contoh Idgham Bighunnah

Berikut ini ada dalil atau pernyataan shahih dari Allah SWT yang mewajibkan setiap HambaNya untuk membaca Al-Quran dengan memahami tajwid, diantaranya :

  • Dalil pertama di ambil dari Al-Quran. Allah SWT berfirman dalam ayatNya yang artinya “Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan/tartil (bertajwid)”[QS:Al-Muzzammil (73): 4]. Ayat ini jelas menunjukkan bahwa Allah SWT memerintahkan Nabi Muhammad untuk membaca Al-Quran yang diturunkan kepadanya dengan tartil, yaitu memperindah pengucapan setiap huruf-hurufnya (bertajwid).
  • Dalil kedua diambil dari As-Sunnah ( Hadist ) yang diriwayatkan oleh Ummu Salamah r.a.(istri Nabi Muhammad SAW), ketika beliau ditanya tentang bagaimana bacaan Al-Quran dan sholat Rasulullah SAW, maka beliau menjawab: ”Ketahuilah bahwa Baginda S.A.W. Sholat kemudian tidur yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi, kemudian Baginda kembali sholat yang lamanya sama seperti ketika beliau tidur tadi, kemudian tidur lagi yang lamanya sama seperti ketika beliau sholat tadi hingga menjelang shubuh. Kemudian dia (Ummu Salamah) mencontohkan cara bacaan Rasulullah S.A.W. dengan menunjukkan (satu) bacaan yang menjelaskan (ucapan) huruf-hurufnya satu persatu.” (Hadits 2847 Jamik At-Tirmizi).
  • Dalil ketiga diambil dari Ijma atau pendapat para ulama besar Islam. Yakni kesepakatan para ulama yang dilihat dari zaman Rasulullah SAW hingga sampai saat ini, yang menyatakan bahwa membaca Al-Quran dengan ber-Tajwid merupakan hukum atau sesuatu yang fardhu dan wajib.

Oleh karena itu membaca Al-qur’an haruslah diperhatikan tadjwidnya agar tidak terjadi kesalahan makna saat membaca Al-qur’an, kebanyakan orang tidak mementingkan makhraj dan tadjwid saat membaca Al-quran .

Baca Juga : Idgham Mimi