Perbedaan Ilmu sosiologi Dengan Ilmu Lain

Diposting pada
3.2/5 - (5 votes)

Pendahuluan

Perbedaan Ilmu sosiologi – Meskipun sama-sama mengkaji masyarakat, ada beberapa perbedaan antara sosiologi dengan ilmu-ilmu lain, terutama ilmu- ilmu sosial. Beberapa penjelasan mengenai hubungan sosiologi dan ilmu-ilmu lain adalah sebagai berikut

Perbedaan Ilmu sosiologi

Sosiologi dan Ilmu Politik

Ilmu politik pada dasarnya mempelajari daya upaya untuk memperoleh, mempertahankan, dan menggunakan kekuasaan, sementara sosiologi memusatkan perhatiannya pada segi-segi masyarakat yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola yang juga umum. Bagi sosiologi, soal daya upaya untuk mendapatkan kekuasaan digambarkan sebagai salah satu bentuk persaingan, pertikaian, atau konflik.

Sosiologi dan Ekonomi

Ekonomi mempelajari usaha-usaha manusia dalam memenuhi keinginan dan kebutuhan materiilnya, sementara sosiologi mempelajari unsur-unsur dalam masyarakat secara keseluruhan Contoh, ilmu ekonomi berusalha memecahkan masalah bagaimana menaikkan nilai rupiah terhadap dolar Amerika dengan cara menurunkan suku bunga bank. Berbeda dengan ekonomi, ilmu Sosiologi melihat persoalan ini dengan lebih luas lagi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, seperti usaha kecil menengah, hukum, pemberdayaan ekonomi rakyat, kondisi pribadi individual (seperti etos kerja dan kompetisi), dan struktur kekuasaan.

Sosiologi dan Ilmu Sejarah

Sosiologi dan sejarah merupakan imu sosial yang mempelajari kejadian dan hubungan yang dialami manusia sebagai individu dan sebagai anggota masyarakat. Sejarah melihat berbagai kejadian atau peristiwa yang dialami mannsia pada masa silam dan mencari hubungan antarperistiwa tersebut. Selain itu, sejarah juga berfungsi untuk menemukan sebab-sebab terjadinya suatu peristiwa. Dengan kata lain, sejarah menaruh perhatian hanya kepada peristiwa masa silam dan sifat unik dari peristiwa tersebut. Berbeda dengan sejarah, ilmu sosiologi hanya memperhatikan peristiwa yang merupakan proses kemasyarakatan yang timbul dari hubunganantarmanusia dalam situasi berbeda.

Sosiologi dan Antropologi

Antropologi, khususnya antropologi sosial, agak sulit dibedakan dengan sosiologi Ada pendapat yang menyatakan bahwa antropologi menusatkan perhatiannya pada masyarakat primitifatau memiliki kebudayaan yang masih sederhana, sementaraSosiologi memusatkan perhatiannya pada masyarakat modern yangkompleks. Namun, sekarang ini antropologi juga menaruh perhatian pada masyarakat modern, seperti muneulnya kajian antropologiperkotaan. Demikian pula dengan sosiologi, yang mulai melihatmasyarakat pedesaan. Menurut Koentjaraningrat, yang membedakan sosiologi dan antropologi adalah metode ilmiahnya.

Sosiologi dan Ilmu-llmu Pasti

Sosiologi juga memiliki hubungan dengan ilmu-ilmu pasti, terutama dengan matematika Dalam suatu penelitian, sosiologi menggunakan angka angka matematis, seperti data-data statistik, sehagai salah satu alat analisisnya. Dari uraian-uraian di atas, dapatlah kita membuat baganhubungan antara sosiologi dan ilmu-ilmu lain seperti bagan 12 di samping

  1. KEGUNAAN SOSIOLOGI DALAM MASYARAKAT

Kita telah membahas pengertian, objek, pokok bahasan, dansejarah perkembangan sosiologi Kita juga telah mendapatkan buktibahwa sosiologi adalah sebuah ilmu pengetahuan sebagaimana ilmu-ilmu lainnya. Lantas, apakah sosiologi memiliki kegunaan bagimasyarakat? Apa manfaat mempelajari sosiologi? Kita akan mencari jawabannya dalam bagian ini. Kegunaan Sosiologi Dalam setiap bidang ilmiah terdapat perbedaan antara ilmu murni dan ilmu terapan. Ilmu murni (pure science) merupakan pencarian pengetahuan. Segi penggunaan praktisnya bukanmerupakan perhatian utama.


llmu terapan (applied science)merupakan pencarian cara-cara untuk menggunakan pengetahuanilmiah guna memecahkan masalah praktis Seorang ahli sosiologiyang melakukan penelitian tentang struktur sosial suatu masyarakat  miskin, sedang bekerja sebagai seorang ilmuwan murni. Akan tetapi, ketika hal ini diteruskan dengan studi tentang eara mencegahkejahalan di daerah miskin, maka hal ini menjadi ilmu terapan. Bila diteliti secara mendalam, sosiologi merupakan ilmu murni dan ilmu terapan. Pengetahuan sosiologi telah diterapkan secara umum. Banyak sosiolog yang dipekerjakan dalam instansi-instansi negara maupun menjadi konsultan berbagai perencanaan pembangunan Dalam hal ini tentunya peran sosiolog sangat dibutuhkan terutama yang berkaitan dengan penelitian, pengolahan data, dan perencanaan kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Kegunaan sosiologi bagi masyarakat adalah sebagai berikut.

  1. Untuk pembangunan. Sosiologi berguna untuk memberikandata sosial yang diperlukan pada tahap perencanaan pelaksanaan maupun penilaian pembangunan. Pada tahap perencanaan, yang harus diperhatikan adalah apa yang menjadi kebutuhan sosial. Pada tahap pelaksanaan yang harus dilihat adalah kekuatan sosial dalam masyarakat serta prosesperubahan sosialnya. Sementara itu, pada tahap penilaian yang harus dilakukan adalah analisis terhadap efek atau dampak sosial pembangunan tersebut.
  2. Untuk penelitian. Dengan penelitian dan penyelidikan sosiologis, akan diperoleh suatu perencanaan atau pemecahan masalah sosial yang baik. Di negara yang sedang membangun, peran sosiolog sangat dibutuhkan. Dari data yang dihasilkan oleh penelitian sosiologis, para pengambil keputusan dapat menyusun rencana dan cara pemecahan suatu masalah sosial. Contobnya, cara pencegahan kenakalan remaja dan cara meningkatkan kembali rasa solidaritas antarwarga yang semakin pudar.

Peran Sosiolog

Sebagai ahli ilmu kemasyarakatan, para sosiolog tentu sangat berperan dalam membangun masyarakat di suatu daerah, terutama di daerah yang sedang berkembang. Bentuk-bentuk peran para ahli tersebut dapat kita gambarkan sebagai berikut

  1. Sosiolog sebagai ahli riset

Seperti semua ilmuwan lainnya, para sosiolog menaruh perhatian pada pengumpulan dan penggunaan data. Untuk itu, para sosiolog melakukan riset ilmiah untuk mencari data tentang kehidupan sosial suatu masyarakat. Data itu kemudian diolah menjadi suatu karya ilmiah yang berguna bagi pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah-masalah dalam masyarakat. Dalam kaitan dengan hal ini, seorang sosiolog harus mampu menjernihkan berbagai anggapan keliru yang berkembang dalam masyarakat. Dari hasil penelitiannya, sosiolog harus dapat menghadirkan kebenaran-kebenaran agar dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh kekeliruan dalam masyarakat dapat dihindari. Berdasarkan hal itu pula, seorang sosiolog bias menghadirkan ramalan sosial yang didasarkan pada pola-pola, kecenderungan, dan perubahan yang paling mungkin terjadi.

  1. Sosiolog sebagai konsultan kebijakan

Ramalan sosiologi dapat pula membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial yang mungkin terjadi. Setiap keputusan kebijakan sosial adalah suatu ramalan. Artinya, kebijakan diambil dengan suatu harapan menghasilkan pengaruh atau dampak yangdiinginkan. Namun, sering terjadi bahwa kebijakan yang diambiltidak memenuhi harapan tersebut. Salah satu faktornya adalah ketidakakuratan kesimpulan atau dugaan yang salah terhadap permasalahannya. Contohnya, apakah kebijakan pemerintah DKI Jakarta dalam menggusur pemukiman kumuh di bantaran sungai bisa mengurangi resiko banjir? Apakah penutupan lokalisasi pelacuran di Kramat Tunggak dan menggantinya dengan pusat kegiatan keagamaan bisa menghilangkan pelacuran?

  1. Sosiolog sebagai teknisi

Beberapa sosiolog terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan masyarakat. Mereka memberi saran-saran, baik dalam penyelesaian berbagai masalah hubungan masyarakat, hubunganantarkaryawan, masalah moral, maupun hubungan antarkelompok dalam suatu organisasi. Dalam kedudukan seperti ini, sosiolog bekerja sebagai ilmuwan terapan (applied scientist). Mereka dituntut untuk menggunakan pengetahuan ilmiahnya dalam mencari nilai-nilai tertentu, seperti efisiensi kerja atau efektivitas suatu program atau kegiatan masyarakat.

  1. Sosiolog sebagai guru atau pendidik

Dalam menyajikan suatu fakta, seorang sosiolog harus bersikap netral dan objektif. Contohnya, dalam menyajikan data tentang masalah kemiskinan, seorang sosiolog tidak boleh menciptakan anggapan sebagai pendukung suatu proyek atau kegiatan tertentu atau mengubahnya sehingga terkesan reformis, konservatif, dan sebagainya. Sosiolog dapat menyajikan contoh-contoh konkret tentang bagaimana keterlibatan mereka dalam pemecahan masalah social Keterlibatan mereka dalam kegiatan-kegiatan sosial yang bersifat membangun serta menunjukkan apa yang telah mereka pelajari dari pengalaman-pengalaman tersebut

demikianlah artikel dari dosenmipa.com mengenai Perbedaan Ilmu sosiologi Dengan Ilmu Lain, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :