Contoh Cerita Fiksi

Diposting pada
4.8/5 - (188 votes)

Cerita Fiksi Adalah

Rismiati & Mulandari mengungkapkan bahwa cerita fiksi adalah sejenis karangan yang menceritakan peristiwa-peristiwa tertentu secara fiksi. Kanto (dalam Rismiati & Mulandari) mengatakan bahwa cerita fiksi adalah cerita tentang peristiwa-peristiwa yang menghidupkan daya khayal anak.

Hemi & Hendy (1987) menambahkan bahwa cerita fiksi adalah cerita rekaan yang berdasarkan angan-angan atau fantasi, bukan berdasarkan fakta atau kejadian yang sesungguhnya, hanya berdasarkan rekaan pengarang saja.

Mawoto, Suyatmi, dan Suyitno menambahkan bahwa cerita fiksi merupakan hasil olahan imajinasi seorang pengarang berdasarkan pandangan, tafsiran, dan penilaiannya terhadap peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi secara nyata ataupun yang hanya terjadi dalam khayalan penulis saja

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa cerita fiksi merupakan cerita rekaan tentang peristiwa-peristiwa yang didasarkan pada angan-angan atau fantasi, bukan berdasarkan fakta atau kejadian yang sesungguhnya, hanya berdasarkan rekaan pengarang saja.

Jenis-jenis cerita fiksi

Badudu (1992) menyatakan bahwa jenis cerita fiksi dibedakan menjadi :

a. Narasi, yaitu betuk karangan yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa yang disusun menurut urutan waktu.

b. Deskripsi adalah jenis karangan yang isinya melukiskan atau menggambarkan sesuatu berdasarkan hasil pengamatan panca indera kita disertai bukti-bukti yang kuat, misalnya dengan angka, grafik, peta, gambar, seolah-olah pembaca menyaksikan kejadian atau sesuatu yang ditulisnya itu.

c. Persuasi adalah seni verbal yang bertujuan untuk meyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki pembicara pada waktu ini atau pada waktu yang akan datang, untuk melakukan sesuatu serta mengambil keputusan yang benar dan bijaksana serta dilakukan tanpa paksaan.

d. Argumentasi, adalah suatu bentuk retoriks yang berusaha mempengaruhi sikap dan penapat orang lain, agar mereka percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan keinginan penulis atau pembicara.

e. Eksposisi adalah menerangkan dan menguraikan suatu pokok pikiran yang dapat memperluas pandangan atau pengetahuan pembaca dengan tidak berusaha mempengaruhi pendapat seseorang.
Cerita fiksi dalam penelitian ini merupakan jenis cerita jenis eksposisi yaitu jenis karangan yang menerangkan dan menguraikan suatu pokok pikiran yang dapat memperluas pandangan atau pengetahuan pembaca dengan tidak berusaha mempengaruhi pendapat seseorang.

Contoh Cerita FIksi Flash Fiction, Cerita Amat Sangat Pendek Sekali

Muncul ketertarikan untuk membuat blog yang agak beda dari blog-blog saya sebelumnya, yang lebih spesifik, bukan blog gado-gado yang isinya bercampur aduk. Yang terbayang oleh saya ada dua hal, blog yang berisi informasi lowongan kerja dan peluang bisnis, serta blog yang mungkin mengarah ke sesuatu yang berbau sastra seperti puisi atau cerita pendek.

Dalam pencarian di dunia maya, saya menemukan satu istilah yang baru buat saya, yaitu flash fiction. Hmmm…. Dari kata-katanya yang berbahasa Inggris itu, mungkin kita bisa mengartikan apa itu yang disebut flash fiction. Flash berarti sekilas atau selintas, fiction berarti fiksi atau cerita fiksi. Untuk mempermudah, saya menyimpulkan kalau flash fiction itu artinya cerita sekilas, atau cerita yang amat sangat pendek sekali.

Ya, amat sangat pendek sekali. Mungkin tak ada aturan baku seberapa pendek suatu cerita bisa disebut sebagai flash fiction, bisa terdiri atas 500 kata, bisa kurang, bisa lebih. Bila kita bandingkan dengan cerita pendek alias cerpen, flash fiction jauh lebih pendek dari itu.

Tentu saja, untuk sebuah cerita yang sangat pendek, harus ada sesuatu yang lebih yang bisa ditawarkan dari flash fiction. Kata-katanya mungkin saja sedikit, tapi maknanya seyogyanya sangat dalam, sesuatu yang bisa menyentuh hati manusia,

sehingga flash fiction bukan hanya sekedar sebuah cerita yang amat sangat pendek sekali, tetapi sebuah cerita yang mengandung unsur makna yang dalam atau bisa juga makna yang luas. Jika dinilai hanya sebagai sebuah cerita yang amat sangat pendek, semua orang tentu bisa membuatnya. Namun membuat cerita yang sesingkat itu, dengan makna yang amat dalam, itu adalah suatu tantangan.

Saya akhirnya memutuskan membuat sebuah blog yang isinya kumpulan flash fiction . Sempat saya berpikir, tentu banyak yang akan bisa saya tulis pada blog saya yang berisi flash fiction. Ternyata saya salah. Ide tak bisa muncul begitu saja. Apalagi kalau sudah disibukkan dengan rutinitas sehari-hari. Bukannya berpikir untuk menulis, yang terpikir adalah tempat tidur di mana saya bisa beristirahat melepas lelah……..

Walaupun sedikit, sudah ada beberapa tulisan yang saya buat di flashfictionz.blogspot.com. Saya bisa perlihatkan tiga contoh flash fiction yang sudah saya buat di bawah ini. Selebihnya, langsung saja kunjungi blog kumpulan flash fiction saya di http://flashfictionz.blogspot.com 🙂

Cara Mengendarai Motor

Iman kebetulan bertemu dengan temannya, Teguh, ketika mereka sama-sama mengendarai motor di jalan raya. Dia merasa risih melihat cara Teguh mengendarai motornya dan kemudian berkata, “Jangan terlalu sering melihat ke belakang! Perhatikan jalan di depanmu!”

Aziz dan Laila

Aziz sedang terlibat percakapan dengan Laila. Menjelang akhir perbincangan, Aziz bertutur kepada Laila, “Tidak bisakah engkau melihat? Aku adalah pria yang gagah. Tubuhku berotot, dan tak ada satu pun yang mampu menandingi kecepatanku dalam perlombaan lari. Tidakkah engkau ingin menikah dengan pria seperti aku?” Laila hanya menjawab dengan santai, “Tidak bisakah engkau melihat? Engkau adalah seekor kuda sedangkan aku adalah seekor unta.”

Lihatlah Buktinya

“Pembangunan di negeri kita meningkat begitu pesat. Lihatlah buktinya… Betapa indahnya suasana kota,” ucap Arya kepada rekan kerjanya. Sang rekan kerja pun menjawab, “Betul. Itu karena kita melihatnya dari jendela lantai 5 kantor kita.”

Gadis Anggrek
Takkan pernah kulupa pertemuan pertama kita di petang itu. Kamu menggenggam sebuah buku dengan setangkai anggrek di dalamnya. Kursi di sudut ruangan kafe menjadi pilihanmu untuk menikmati secangkir teh, sepotong red velvet sambil sesekali matamu menatap gelisah ke luar jendela. Lalu, tatapan itu akan mematung saat langit berubah jingga dan mentari berwarna kuning keemasan. Setelahnya, kamu akan merapikan buku yang tak dibaca, mencium anggrek lalu meletakkannya kembali di dalam buku. Dengan langkah kecil, kamu mendekati mejaku menyodorkan selembar uang berwarna biru.

Setelah hari itu, kamu menjadi pengunjung tetap kafeku dengan kursi spesial di sudut ruangan. Berkali lidah ini ingin menanyakan namamu, tinggal di mana, menunggu siapa dan hal lainnya, tapi selalu kelu tiap kali melihat dekik di kedua pipimu.

Sebulan berlalu. Kita masih bertukar senyum dan ucapan terimakasih. Rasa penasaran semakin membuncah. Aku benci melihat tatapan sendumu tiap kali mentari jatuh di balik gedung depan kafe. Ingin kuhapus luka di matamu sembari memelukmu erat.

17.00 Harusnya kamu datang lima menit lalu seperti biasanya, tapi lonceng pintu tak juga menunjukkan kedatanganmu. Aku resah. Setengah jam berlalu dan mentari mulai luruh perlahan.
Aku berjalan menuju kursimu. Duduk di tempatmu dan melakukan hal serupa denganmu.
Kuhela napas panjang dan menghembuskannya dengan kesal. Mentari senja tertutup awan kelabu. Mataku tiba-tiba menatap sesuatu di balik kotak kayu yang berisi cream dan gula. Ada sehelai bunga anggrek di baliknya. Mungkin milikmu.

Angin yang masuk di sela jendela, menghangatkanku. Aku tersenyum. Kuambil sehelai anggrek itu dan menyimpannya di saku. Besok, akan kuberikan padamu. Aku takkan ragu lagi untuk menanyakan namamu dan segala hal tentangmu.Rindu sehari tak melihatmu sudah cukup menyiksaku.
(R)