Al Qawiyyu Artinya

Diposting pada

Pengertian Al Qawiyyu

Nama Allah, Al Qawiyyu ( القوى ) dibaca Al Qowi termasuk Al-Asma`ul Husna, firman Allah :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ ۚ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَن يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ ۖ وَإِن يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَّا يَسْتَنقِذُوهُ مِنْهُ ۚ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ () مَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
“Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekalikali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu.Amat lemahlah yang menyembah danamat lemah (pulalah) yang disembah. Mereka tidak mengenal Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa.” (al-Hajj: 73—74)
Baca Juga : Al Wakil Artinya
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ
“Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa.” (Hud: 66)
اللَّهُ لَطِيفٌ بِعِبَادِهِ يَرْزُقُ مَن يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ
“Allah Mahalembut terhadap para hamba-Nya, Dia memberi reaeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Dialah Yang Mahakuat dan Mahaperkasa.” (asy-Syura: 19)
إِنَّهُ قَوِيٌّ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Sesungguhnya Dia Mahakuat lagi Mahakeras hukuman-Nya.” (Ghafir: 22)
Hadits Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wasalam:
لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ؛ كَنْزٌ مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ
“Tiada kemampuan untuk mengubah suatu keadaan dan tiada pula kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah,” adalah salah satu simpanan dari simpanan-simpanan dalam surga. (Sahih, HR . Al-Bukhari dan yang lain)

Makna Kata Al Qowiyu

Nama Allah, Al Qowiyu bermakna Yang Maha Kuat, tidak pernah merasa lemah atau lelah.

Al Qawiyyu (القَوِيُّ) artinya adalah Yang Maha Kuat

Maksud dari asma’ul husna diatas adalah bahwa Allah itu Yang Maha Kuat. Ini jelas membedakan antara Pencipta dan yang diciptakan(makhluk). Karena Pencipta itu pasti kuat dan bisa menjaga makhluk-Nya seorang diri. Kalau Pencipta tidak punya sifat kuat ini, maka tidak bisa disebut seorang Pencipta. Karena jelas, lemah adalah salah satu sifat makhluk, dan Pencipta itu tidak lemah.

Baca Juga : Baqa Artinya

Allah itu kuat. Dia bisa menanggung beban seluruh alam semesta yang kompleks ini seorang diri. Bahkan menurut-Nya ini adalah sesuatu yang sangat mudah.

Allah itu kuat. Dia adalah tempat bersandar para makhluk-Nya yang lemah. Disaat manusia merasakan lelahnya hidup di dunia, maka sungguh ia bisa menyandarkan diri kepada-Nya.

Contoh perilaku yang meneladani Asma’ul Husna diatas adalah :

  • – Kuat dalam menghadapi cobaan
  • – Kuat dalam memegang amanah/tanggung jawab
  • – Kuat dalam mempertahankan iman dan islam

Dalil Al Qowiyu

AL-QAWIYYU (الْقَوِيُّ) artinya, Yang Maha Kuat, Yang Memiliki semua kekuasaan yang sempurna, tak ada yang dapat menandingi-Nya. Apabila Allah tidak memiliki sifat yang sempurna ini, niscaya tidaklah akan berdiri langit bumi dengan segala isinya.

Alam yang luas dan indah ini, menunjukkan penciptanya sangat Gagah Perkasa dan Maha Kuat. Firman الله سبحانه وتعالى dalam Al-Qur’an surat Anfal 52 yang artinya : “Tak obahnya keadaan mereka sebagaimana keadaan keluarga Fir’aun dan orang-orang yang dahulunya.

Baca Juga : Qidam Artinya

Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, lalu Allah menyiksa mereka disebabkan dosanya sendiri. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi sangat Keras siksa-Nya.” Firman الله سبحانه وتعالى dalam Al-Qur’an surat Al-baqarah ayat 165 yang artinya : “Sesungguhnya diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah mereka mengasihinya seperti mengasihi Allah.

Baca Juga : Al Baa’Its Artinya

Adapun orang-orang yang beriman sangat cintanya kepada Allah. Jika seandainya orang-orang yang berbuat zhalim itu mengetahui, ketika mereka melihat siksa Allah bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan bahwa Allah itu amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)”