Isim maf’ul adalah salah satu materi favorit di kelas nahwu sharaf karena langsung terasa manfaatnya saat membaca teks Arab modern maupun klasik. Artikel ini mengulas tuntas mulai dari definisi, pola pembentukan, fungsi i’rab, hingga contoh kalimat yang siap dipraktikkan. Gaya penjelasan kami buat lugas dan bernada jurnalisme edukatif ala redaksi passinggrade.co.id agar nyaman diikuti pembaca umum.
“Menurut saya, kunci menguasai isim maf’ul bukan sekadar hafal wazan, melainkan paham kapan ia bertindak seperti verba pasif yang bisa ‘bekerja’ dalam kalimat.”
Apa itu Isim Maf’ul
Isim maf’ul adalah nomina turunan yang menunjukkan pihak atau benda yang menerima tindakan. Dalam bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai yang di… atau yang telah di…. Secara semantik ia pasangan dari isim fa’il yang bermakna pelaku. Contoh cepat: كَتَبَ يَكْتُبُ berarti menulis, maka مَكْتُوب bermakna yang ditulis atau tertulis.
Ciri Semantik Isim Maf’ul
Isim maf’ul selalu merujuk pada sasaran perbuatan. Jika ada verba menolong, bentuk isim maf’ulnya berarti yang ditolong. Jika ada verba memilih, bentuk isim maf’ulnya berarti yang dipilih.
Mengapa Isim Maf’ul Penting Dipelajari
Dalam bacaan keagamaan, akademik, hingga berita berbahasa Arab, struktur pasif sangat sering dipakai untuk menonjolkan objek tindakan dan menyamarkan pelaku. Menguasai isim maf’ul membantu Anda menangkap inti informasi dengan lebih cepat, terutama ketika pelaku tidak relevan atau sengaja disembunyikan.
Perbandingan dengan Verba Pasif
Kalimat pasif berbentuk fi’il mabni lil-majhūl fokus pada peristiwa. Isim maf’ul memberi opsi lain berupa frasa nominal yang kerap lebih ringkas, misalnya هذا كتابٌ مَكْتُوبٌ dibandingkan كُتِبَ هذا الكتابُ.
Pola Umum dan Wazan Isim Maf’ul
Secara morfologi, isim maf’ul dibentuk dari akar kata lalu dipetakan ke salah satu pola. Untuk fi’il tsulatsi mujarrad pola dasarnya adalah مَفْعُول. Untuk fi’il mazīd, pola disesuaikan dengan bab fi’ilnya.
Wazan Dasar dari Fi’il Tiga Huruf
- فَعَلَ يَفْعُلُ → مَفْعُول : Contoh: نَصَرَ يَنْصُرُ → مَنْصُور yang ditolong
- فَعَلَ يَفْعِلُ → مَفْعُول : Contoh: كَسَرَ يَكْسِرُ → مَكْسُور yang pecah
- فَعَلَ يَفْعَلُ → مَفْعُول : Contoh: فَتَحَ يَفْتَحُ → مَفْتُوح yang dibuka
Wazan Isim Maf’ul pada Fi’il Mazīd
- Bab II فَعَّلَ → مُفَعَّل :
دَرَّبَ → مُدَرَّب yang dilatih - Bab III فَاعَلَ → مُفَاعَل
سَابَقَ → مُسَابَق yang dilomba - Bab IV أَفْعَلَ → مُفْعَل
أَكْرَمَ → مُكْرَم yang dimuliakan - Bab V تَفَعَّلَ → مُتَفَعَّل
تَعَلَّمَ → مُتَعَلَّم yang dipelajari - Bab VI تَفَاعَلَ → مُتَفَاعَل
تَفَاوَضَ → مُتَفَاوَض عليه yang dinegosiasikan - Bab VII اِنْفَعَلَ → مُنْفَعَل
اِنْكَسَرَ → مُنْكَسَر yang terpecah - Bab VIII اِفْتَعَلَ → مُفْتَعَل
اِسْتَخْرَجَ? Hati hati, ini Bab X. Untuk VIII: اِجْتَمَعَ → مُجْتَمَع masyarakat yang terkumpul
اِتَّخَذَ → مُتَّخَذ yang dijadikan - Bab IX اِفْعَلَّ jarang membentuk isim maf’ul karena khusus sifat warna dan cacat
- Bab X اِسْتَفْعَلَ → مُسْتَفْعَل
اِسْتَخْرَجَ → مُسْتَخْرَج yang diekstraksi
Catatan penting: sebagian contoh dipakai dalam makna leksikal yang sudah mapan di kamus. Tidak semua bentuk teoretis produktif dalam pemakaian sehari hari.
Kaidah Khusus pada Akar Lemah
Saat akar mengandung huruf illat, vokal dan huruf bisa mengalami perubahan. Memahami pola ini memudahkan Anda menebak bentuk yang benar.
Akar Ajwaf Huruf Tengah Wau atau Ya
- قَالَ → مَقُول yang diucapkan
- بَاعَ → مَبِيع yang dijual
Akar Naqis Huruf Akhir Illat
- دَعَا → مَدْعُوّ yang dipanggil atau undangan
- رَمَى → مَرْمِيّ yang dilempar
Akar Mudha’af Konsonan Ganda
- شَدَّ → مَشْدُود yang diikat
- ظَنَّ → مَظْنُون yang disangka
Bentuk Perempuan, Jamak, dan I’rab
Secara gramatikal, isim maf’ul bersifat nomina sehingga mengikuti i’rab sesuai posisinya dalam kalimat. Ia bisa berfungsi sebagai mubtada, khabar, na’at, maf’ul fihi, hingga hāl.
Variasi Bentuk
- Perempuan: مَفْعُولَة
Contoh: مَكْتُوبَة - Jamak mudzakkar salim: مَفْعُولُون
Contoh: مَنْصُورُون - Jamak muannats salim: مَفْعُولَات
Contoh: مَكْتُوبَات
Contoh I’rab dalam Kalimat
- هذا كتابٌ مَكْتُوبٌ
Khabar marfū’ karena menjadi sifat untuk كتابٌ yang marfū’. - وَجَدْتُ البابَ مَفْتُوحًا
مَفْتُوحًا berfungsi sebagai hāl manshūb yang menerangkan keadaan البابَ. - الطالبةُ مُكْرَمَةٌ من أُسْتَاذِها
مُكْرَمَةٌ sebagai khabar marfū’, pelaku ditandai jar majrur dengan من atau ungkapan على يَد.
Apakah Isim Maf’ul Bisa “Bekerja” Seperti Verba
Dalam kaidah, isim maf’ul dapat beramal seperti fi’il pasif asal memenuhi syarat, umumnya disertai al atau berfungsi sebagai mu’tamad dalam struktur yang kuat seperti menjadi mubtada atau maushūf. Ia dapat mengangkat na’ib al-fā’il dan menurunkan objek lain jika fi’il asalnya bertingkat valensi lebih dari satu.
Contoh Amal Isim Maf’ul
- زَيْدٌ مُعْطًى دِرْهَمًا
زيدٌ menjadi na’ib al-fā’il marfū’, دِرْهَمًا maf’ul tsānī manshūb karena fi’il asalnya أَعْطَى bertaraf dua objek. - القضيّةُ مُنَاقَشَةٌ غَدًا
مُنَاقَشَةٌ di sini bermakna akan didiskusikan dan berperan sebagai khabar yang membawa makna pasif.
Paket Contoh Siap Pakai
Bagian ini menyajikan contoh yang bisa langsung Anda selipkan dalam latihan atau tulisan.
Dari Fi’il Tiga Huruf
- كَتَبَ → مَكْتُوب
هذه رسالةٌ مَكْتُوبَةٌ بعناية
Ini surat yang ditulis dengan saksama - فَتَحَ → مَفْتُوح
البابُ مَفْتُوحٌ الآن
Pintu sedang terbuka
Dari Fi’il Mazīd
- أَكْرَمَ → مُكْرَم
الضيفُ مُكْرَمٌ في هذا البيت
Tamu dimuliakan di rumah ini - اِسْتَخْرَجَ → مُسْتَخْرَج
النِّفْطُ مُسْتَخْرَجٌ من باطنِ الأرض
Minyak diekstraksi dari perut bumi
Dengan Pelaku yang Disebut
- المَقالُ مَكْتُوبٌ من قِبَلِ الباحثِ
Artikel ditulis oleh peneliti - القرارُ مُتَّخَذٌ على يَدِ اللجنةِ
Keputusan diambil oleh panitia
Bedakan Isim Maf’ul dan Isim Fa’il
Keduanya sering membingungkan pemula karena sama sama berbentuk nomina turunan dan dapat beramal.
Tanda Pembeda Paling Mudah
- Isim fa’il menyatakan pelaku dengan pola dasar فَاعِل
كَاتِب penulis, yang menulis - Isim maf’ul menyatakan yang dikenai tindakan dengan pola dasar مَفْعُول
مَكْتُوب yang ditulis
Dalam teks berita, pasangan ini kerap berdampingan. Contoh: التلميذُ المُتَفَوِّقُ مُكْرَمٌ من قِبَلِ المُدَرِّسِ. Siswa berprestasi mendapatkan penghormatan dari guru.
Langkah Praktis Menurunkan Isim Maf’ul
Menerapkan prosedur yang terstruktur akan mempercepat konsistensi hasil.
Untuk Fi’il Tsulatsi
- Ambil akar tiga huruf, misal ك ت ب.
- Letakkan pada pola مَفْعُول sehingga menjadi مَكْتُوب.
- Sesuaikan harakat sesuai kaidah fonotaktik dan ejaan.
Untuk Fi’il Mazīd
- Tentukan bab fi’il, misal أَفْعَلَ.
- Gunakan pola pasif partisipnya, misal مُفْعَل.
- Terapkan perubahan khusus bila ada huruf illat atau tasydid.
Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya
Belajar dari kekeliruan membantu mempercepat kemajuan. Berikut temuan yang sering muncul di kelas maupun tugas mahasiswa.
Mengacaukan Vokal U pada Wazan مفعول
Sering terbaca مَفْعِيل atau مَفْعَل. Ingat bahwa vokal kedua adalah ū. Contoh yang benar مَكْتُوب وليس مَكْتِيب.
Mengira Semua Verba Punya Bentuk yang Produktif
Tidak semua fi’il menghasilkan isim maf’ul yang lazim dipakai. Untuk bab IX misalnya, bentuknya jarang dan fungsinya sempit.
Lupa Menyesuaikan Bentuk Perempuan dan Jamak
Dalam fungsi na’at, kesesuaian jenis dan jumlah wajib dijaga. الرسالةُ مَكْتُوبَةٌ bukan مَكْتُوب.
Menyebut Pelaku Tanpa Preposisi
Pada konstruksi pasif nominal, pelaku lazim diperkenalkan dengan من قِبَل atau على يَد. Mengatakan مَكْتُوبٌ زَيْدٌ kurang idiomatis. Gunakan مَكْتُوبٌ من قِبَلِ زَيْدٍ.
Latihan Singkat untuk Memantapkan Pemahaman
Materi berikut bisa menjadi drill cepat sebelum menghadapi teks panjang.
Ubah ke Isim Maf’ul
- نَشَرَ يَنْشُرُ → …
- دَرَّسَ يُدَرِّسُ → …
- بَاعَ يَبِيعُ → …
- رَمَى يَرْمِي → …
- اِسْتَخْرَجَ يَسْتَخْرِجُ → …
Kunci singkat
- مَنْشُور yang diterbitkan
- مُدَرَّس yang diajarkan
- مَبِيع yang dijual
- مَرْمِيّ yang dilempar
- مُسْتَخْرَج yang diekstraksi
Ringkasan Inti Materi
Isim maf’ul adalah nomina turunan bermakna penerima tindakan. Pola dasarnya untuk fi’il tiga huruf adalah مَفْعُول, sedangkan untuk fi’il mazīd mengikuti bab masing masing seperti مُفَعَّل, مُفْعَل, مُتَفَاعَل, dan مُسْتَفْعَل. Dalam sintaksis, ia dapat beramal seperti verba pasif dengan syarat tertentu, mengangkat na’ib al-fā’il, serta menerima keterangan tambahan. Ketelitian pada akar lemah seperti ajwaf dan naqis akan menentukan ketepatan bentuk.
Tips Terakhir ala Ruang Redaksi
Belajarlah dengan pasangan konsep. Setiap kali Anda menghafal wazan isim fa’il, dampingi dengan wazan isim maf’ul. Lengkapi dengan contoh kalimat yang nyata agar fungsi sintaksisnya hidup, bukan sekadar daftar pola di buku catatan.
“Begitu Anda bisa mengucapkan dan menempatkannya di kalimat tanpa ragu, teks Arab terasa lebih ramah. Isim maf’ul bukan momok, justru teman terbaik saat memahami narasi pasif.”