Al Hasib Artinya

Diposting pada

Al Hasib Artinya

Pengertian Al Hasib

Nama Allah, Al Hasiibu ( الحسيب ) dibaca Al Hasib termasuk Al-Asma`ul Husna, firman Allah :

  • Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu. (An-Nisaa’ [4]: 86)
  • Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan(Al-Ahzab [33]: 39) 

Baca Juga : Al Mumit Artinya

Makna Kata  Al Hasib

Nama Allah, Al Hasiibu bermakna memperhitungkan segala hal. Segala sesuatu diciptakan dan diaturNya dengan perhitungan yang amat teliti dan benar. Setiap sesuatu diciptakan dan dijadikan dalam perhitungan-perhitungan yang sejelas-jelasnya.

Al-Hasib secara etimologi berasal dari kata hasiba dengan tiga huruf Arab ha, sin dan ba. Setidaknya terdapat empat kata dalam bahasa Arab, yaitu menghitung, mencukupkan, bantal kecil dan penyakit yang menimpa kulit shingga kulit menjadi putih.
Hanya saja makna ketiga dan keempat dari kata al-Hasib tidak mungkin dilekatkan kepada Allah Swt. Dalam al Quran kata al-Hasib disebutkan empat kali. Tiga terkait dengan Allah Swt dan satu terkait dengan manusia. Dua ayat yang terkait dengan Allah Swt dapat diartikan dengan Dzat yang memberi kecukupan.
Imam al-Ghazali mengartikan al-Hasib dengan Dia yang mencukupi siapa saja yang mengandalkan diriNya. Sifat ini hanya milik Allah karena tidak ada satu makhlukpun di dunia ini yang dapat mencukupi kebutuhan orang lain. Menurut al- Ghazali rezeki yang diberikan oleh Allah Swt kepada bayi sesungguhnya karena Al-Hasibnya Allah Swt. Allahlah yang mencukupi kebutuhan bayi dengan menciptakan ibu yang menyusui, air susunya dan instink serta keinginan untuk menyusui.
Al-Hasib dapat diartikan juga dengan menghitung. Jika kata Al-Hasib dikaitkan dengan makna menghitung, maka Allah adalah Dzat yang melakukan perhitungan, baik menghitung amal baik dan buruk seorang manusia dengan cermat dan teliti sehingga tidak ada yang terleps sedikitpun. Terkadang kata al-Hasib juga dapat diartikan sebagai pemberi perhitungan
Baca Juga : Al Hafiz Artinya

Meneladani Allah dengan Sifat Al-Hasib

  • Tenang dan tentram bersama dengan Allah Swt.

Seseorang yang memaknai al-Hasib sebagai Dzat yang memberi kecukupan, maka ia akan nyaman dan tentram. Ia tidak akan terganggu oleh bujuk rayu setan lalu menjadi sekutunya dan ia tidak akan sedih saat harus kehilangan sesuatu, baik berupa materi atau kesmpatan karena ia yakin dirinya sudah merasa cukup dengan adanya Allah Swt
  • Melakukan amal shalih semata-mata karena Allah

Seseorang yang memaknai al-Hasib dengan makna perhitungan, maka ia akan meyakini sesungguhnya Allah Swt akan menghitung amal shalih setiap manusia. Bagi yang meneladaninya, maka terlebih dahulu ia akan sepenuhnya menyadari bahwa hanya Allah Swt yang memberinya kecukupan.
Dengan demikian segala yang ia lakukan ditujukan semata-mata karena Allah Swt. Selain itu segala kehendak yang ia lakukan pasti harus sesuai dengan kehendakNya. Hal ini dilakukan karena ia yakin Allah Swt telah mencukupkan kebutuhannya.
 Baca Juga : Al Kabir Artinya
  • Melakukan introspeksi diri secara terus-menerus

Seandainya makna al-Hasib diartikan sebagai Dzat yang memberi perhitungan, maka yang meneladaninya sudah pasti akan senantiasa melakukan introspeksi diri. Hal tersebut dilakukan karena ia menyadari sepenuhnya kelak Allah Swt akan melakukan perhitungan terhadap dirinya dengan amat cermat dan teliti.
Selain itu, dalam hal apapun yang diminta atas dasar kewajiban agama seperti menunaikan zakat mal misalnya, maka ia akan segera menghitung hartanya dengan cermat dan penuh ketelitian sehingga tidak ada yang keliru.

JENIS-JENIS AL-HASBU :

Allah SWT sebagai Al-Hasib mengandungi beberapa maksud, antaranya :

Al-Hasbu dengan makna Al-Kifayah yakni Allah mencukupkan segala hajat dan keperluan seluruh hamba-Nya. Al-Hasbu dengan makna Al-Kifayah ini pula terbagi kepada dua jenis, iaitu :

( كِفَايَةٌ عَامَّةٌ   ) : Kifayah ‘Ammah, yakni Allah Mencukupi segala makhluk-Nya dengan maksud mengadakan atau mewujudkan mereka, memberi mereka rezeki, memanjangkan usia   mereka , mengadakan atau menyediakan segala sebab-sebab atau kelengkapan agar mereka dapat melaksanakan segala tugas sesuai dengan tujuan mereka diciptakan Allah.

( كِفَايَةٌ خَاصَّةٌ   ) : Kifayah Khaashshah, yakni Allah Mencukupi khas bagi hamba-hamba-Nya yang meng-Esakan-Nya lagi ikhlas beribadat hanya kepada-Nya. Kifayah jenis ini membawa maksud Allah Menolong dan Memperkuatkan mereka, menghalang dari menimpa mereka segala perkara yang mereka benci, Allah SWT mencukupi mereka dalam semua urusan, apakah urusan keduniaan atau urusan agama. Dalam hal ini Allah SWT berfirman :
Baca Juga : Al Aliy Artinya
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلنَّبِىُّ حَسۡبُكَ ٱللَّهُ وَمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ (٦٤  )
Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin       yang mengikutimu.( Al-Nisa’ : 64 )
Maksud ayat : Allah menolong kamu dan Allah juga menolong pengikut-pengikutmu.       Dan sekadar mana usaha mereka mengikuti ajaran Rasulullah SAW maka pada kadar             atau ukuran itu pulalah mereka layak mendapat pertolongan dan bantuan daripada          Allah. Dan lebih khusus lagi daripada makna itu, bahawa Allah Al-Hasib terhadap       orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. Firman Allah :
وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ
 Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan          (keperluan)nya. ( Al-Talaq : 3 )
Imam Ibnu Al-Qayyim berkata [2] : Ayat di atas menunjukkan bahawa Allah akan mencukupi orang yang bertawakkal kepada-Nya dalam segala urusannya, apakah urusan dunianya atau agamanya. Allah memberinya kecukupan sehingga dia tidak memerlukan dari selain-Nya. Dan Kifayatullah yakni kecukupan dari Allah itu bagi hamba-Nya sangat berkaitan rapat dengan Mutaba’atur Rasul yakni daya upaya mereka mengikuti ajaran Rasulullah SAW, secara zahir dan batin dan penghambaannya terhadap Allah Yang Maha Esa.
Baca Juga : As Syakur Artinya

Al-Hasbu dengan makna membuat perkiraan amalan hamba-Nya ketika mereka dikembalikan kepada-Nya pada Hari Kebangkitan dan membalas mereka dengan adil menurut neraca kebenaran, keadilan dan kelebihan.Segala-galanya dihitung oleh Allah, tiada sedikitpun tersembunyi atau terlupt walaupun sebesar atom.

Allah berfirman :
وَنَضَعُ ٱلۡمَوَٲزِينَ ٱلۡقِسۡطَ لِيَوۡمِ ٱلۡقِيَـٰمَةِ فَلَا تُظۡلَمُ نَفۡسٌ۬ شَيۡـًٔ۬ا‌ۖ وَإِن ڪَانَ مِثۡقَالَ حَبَّةٍ۬ مِّنۡ خَرۡدَلٍ أَتَيۡنَا بِہَا‌ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَـٰسِبِينَ (٤٧)
 Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah     dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat atom         pun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya.Dan cukuplah Kami sebagai pembuat       perhitungan. ( Al-Anbiya’ : 47 )

Al-Hasbu dengan makna bahawa anugerah Allah kepada makhluk-Nya tiada terhingga dan tidak mampu dikira atau dihitung. Namun anugerah Allah kepada seluruh hamba-hamba-Nya hanya di dunia sahaja, tetapi anugerai Allah di akhirat hanya terbatas untuk Wali-Wali-Nya sahaja yakni orang-orang yang hampir dengan Allah. Syarat utama untuk mendapat gelaranWali Allah hanya dua sahaja yakni : Beriman danBertaqwa. Hakikat ini dinyatakan oleh Allah di dalam firman-Nya :

Baca Juga : Al Ghafur Artinya

أَلَآ إِنَّ أَوۡلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ (٦٢) ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَڪَانُواْ يَتَّقُونَ (٦٣)
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka       dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (iaitu) orang-orang yang berimandan mereka        selalu bertakwa. ( Yunus : 62-63)
Baca Juga : Al Azim Artinya