√ Fabel Adalah : Pengertian, Jenis, Ciri Beserta Contohnya

Posted on

Pengertian

Fabel (bahasa Inggris: fable) merupakan cerita yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai manusia. Fabel ialah cerita fiksi atau khayalan belaka (fantasi). Kadang kala fabel memasukkan karakter minoritas berupa manusia. Cerita fabel juga sering disebut dengan cerita moral karena mengandung pesan yang berkaitan dengan moral. Tokoh-tokoh cerita di dalam fabel semuanya binatang. Binatang tersebut diceritakan mempunyai akal, tingkah laku, dan bisa berbicara seperti manusia. Watak dan budi manusia juga digambarkan sedemikian rupa melalui tokoh binatang tersebut.[ Tujuan fabel ialah memberikan ajaran moral dengan menunjukkan sifat-sifat jelek manusia melalui simbol binatang-binatang. Melalui tokoh binatang, pengarang ingin mempengaruhi pembaca agar mencontoh yang baik dan tidak mencontoh yang tidak baik.

Ciri-ciri Fabel

  • Tokoh utama binatang.
  • Alur ceritanya sederhana.
  • Cerita singkat dan bergerak cepat.
  • Karakter tokoh tidak diuraikan secara terperinci.
  • Gaya penceritaan secara lisan.
  • Pesan atau tema kadang-kadang dituliskan dalam cerita.
  • Pendahuluan sangat singkat dan langsung

Struktur Fabel

Orientasi

Orientasi adalah bagian permulaan pada sebuah cerita fabel yang berisikan dengan pengenalan cerita fabel tersebut yang di antaranya ialah seperti pengenalan tokoh, pengenalan latar tempat dan waktu, pengenalan background atau tema dan lain sebagainya.

Komplikasi

Komplikasi merupakan klimaks pada sebuah cerita yang berisikan megenai puncak masalah yang dialami dan dirasakan oleh tokoh.

Resolusi

Resolusi merupakan bagian dari teks yang berisikan dengan pemecahan permasalahan yang dialami dan dirasakan oleh tokoh.

Koda

Koda adalah bagian terkahir dari teks cerita yang berisikan pesan-pesan dan atau amanat yang terdapat di dalam cerita fabel itu sendiri.

Jenis-jenis Fabel

Dilihat dari waktu kemunculannya fabel dapat dikategorikan kedalam fabel klasik dan juga fabel modern yaitu:

Fabel Klasik

Fabel klasik ialah cerita yang telah ada sejak zaman dahulu, tetapi tidak ketahui persis waktu munculnya, yang diwariskan secara turun-temurun lewat sarana lisan.

Ciri-ciri fabel klasik sebagai berikut:

  • Cerita sangat pendek.
  • Tema sederhana.
  • Kental dengan petuah/moral.
  • Sifat hewani masih melekat.
READ  √ 600+ Contoh Gurindam : Pendidikan, Nasihat, Jenaka, Persahabatan, Sindiran, Cinta

Fabel Modern

Fabel modern ialah cerita yang muncul dalam waktu relatif belum lama dan sengaja ditulis oleh pengarang sebagai ekspresi kesastraan.

Ciri-ciri fabel modern sebagai berikut:

  • Cerita bisa pendek atau panjang.
  • Tema lebih rumit.
  • Kadang-kadang berupa epik atau saga.
  • Karakter setiap tokoh unik.

Referensi

                Wikisource mempunyai teks artikel Ensiklopedia Britannica 1911 mengenai Fable.

Buckham, Philip Wentworth (1827). Theatre of the Greeks.

King James Bible; New Testament (authorised).

DLR [David Lee Rubin]. “Fable in Verse”, The New Princeton Encyclopedia of Poetry and Poetics.

Read fables by Aesop and La Fontaine

Penggunaan kata sandang si dan sang

Didalam teks cerita fabel sangat sering dijumpai dan juga ditemukan penggunaan kata sandang si dan kata sandang sang. Adapun penjelasan mengenai penggunaan kata sandang si dan kata sandang sang didalam teks cerita fabel akan dijelaskan secara lengkap dengan contohnya sebagai berikut :

Contoh kata sandang Si dan Sang

a. Sang kerbau berkeliling hutan sambil menyapa binatang-binatang lain yang berada dihutan tersebut.

b. Sang kerbau mengejek kepompong yang buruk yang tidak dapat pergi kemana-mana.

c. Sang kerbau selalu membanggakan dirinya yang dapat pergi ketempat yang dia sukai.

d. Si kepompong hanya dapat berdiam saja saat mendengarkan ejekan itu.

e. “Aku adalah kepompong yang pernah kau ejek,” kata si kupu-kupu.

Berdasarkan contoh diatas maka kaidah pada penulisan si dan juga sang yakni secara terpisah dengan kata-kata yang mengikuti ataupun kata-kata yang di ikuti serta ditulis dengan menggunakan huruf kecil. Setelah kalian menyimak dan memperhatikan contoh ialah seperti  yang telah dijelaskan diatas, maka coba kalian bedakan dengan beberapa contoh dibawah :

a. “Mengapa si kecil menjadi sangat pemalu?” tanya ayah.

b. Kedua orang itu, si Kecil dan si Kancil adalah orang yang terpandang di kampungnya.

Perhatikan pada kata “kecil” didalam kalimat nomor 1 diatas yang dituliskan menggunakan huruf kecil saja, hal tersebut dikarenakan bukan sebuah nama. Dan kemudian perhatikan pada kalimat kedua dalam kata “Kecil dan Kancil” yang dituliskan dengan menggunakan huruf kapital (besar), hal tersebut dikarenakan untuk sebagai sebuah panggilan dan atau dengan kata lain disebut juga nama julukan.

READ  √ 9 Anggota BPUPKI : Sejarah, Pengertian, Anggota, Tugas, Sidang, Tujuan

3. Penggunaan kata keterangan tempat dan waktu

Untuk menghidupkan suasana pada teks cerita fabel, biasanya selalu menggunakan kata keterangan tempat dan kata keterangan waktu. Pada keterangan tempat sering menggunakan kata depan “Di” dan pada keterangan waktu sering menggunakan kata depan “Pada, Informasi waktu dan lain-lain”.

Contoh kata keterangan tempat dan waktu

a. Diceritakan pada suatu malam yang gelap gulita, ada seekor harimau berburu di hutan.

b. Pada suatu malam sang harimau kembali berburu ke hutan tersebut. Karena cuaca sedang turun hujan, di mana-mana terdapat genangan lumpur dan air.

c. Si kelinci mengangkat wortel tersebut dan menaruhnya ditempat yang tinggi yang lebih aman.

d. Kamu hanya bisa menaruh wortel tersebut di pohon itu.

4. Penggunaan kata hubung lalu, kemudian dan akhirnya

Kata dari “lalu” dan “kemudian” memiliki arti yang sama, dimana kata-kata tersebut sering digunakan sebagai kata penghubung antar-kalimat dan juga sebagai penghubung intra-kalimat. Berbeda dengan kata “akhirnya” yang sering digunakan dalam penyimpulan juga pengakhiran informasi pada paragraf maupun pada teks, baik itu teks cerita fabel ataupun teks cerita lainnya.

Contoh kata hubung lalu, kemudian dan akhirnya

a. Setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri, Aisyah berlari dengan cepat, kemudian menghampirinya, lalu memeluk ibunya dengan erat karena telah lama tidak berjumpa.

b. Lalu, sang gajah menginjak ranting pohon tersebut.

c. Kemudian, sang semut berlari tanpa arah karena takut dipijak.

d. Akhirnya, sang semut memanjat sebuah pohon besar yang sekiranya aman.

Contoh teks cerita fabel lengkap dengan strukturnya

Ada banyak sekali cerita fabel yang sering kita temui baik dibuku maupun di televisi. Namun yang sangat seringkali telihat pada acara televisi. Contoh cerita fabel di televisi (TV) dan dibuku cetak ialah antaralain seperti :

1. Kartun animasi Pada Zaman Dahulu yang sering tayang di acara TV swasta (MNC).

2. Spongebob Squarepants yang sering tayang di acara TV swasta (Global).

3. Tom and Jerry.

4. Kupu-Kupu Berhati Mulia.

5. Winny The Pooh dan lain sebagainya.

Kalian pasti tau kan dari kelima cerita fabel yang telah disebutkan diatas ?. namun, hanya satu yang akan diuraikan dibawah lengkap dengan strukturnya yakni pada point no 4 adalah Teks Cerita Fabel Kupu-Kupu Berhati Mulia. Berikut ceritanya :

READ  √ 15 Prospek Kerja Teknik Pertanian dan Gaji

Teks Cerita Fabel Kupu-Kupu Berhati Mulia

Kupu-Kupu Berhati Mulia

Orientasi

Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan-jalan di taman. Ia sangat bahagia, karena bisa berjalan-jalan melihat taman yang indah. Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu.

Komplikasi

Ia melihat sebuah kepompong di atas pohon. Sang semut mengejek bentuk kepompong yang jelek yang tidak bisa pergi ke mana-mana.

“Hei, kepompong alangkah jelek nasibmu. Kamu hanya bisa menggantung di ranting itu. Ayo jalan-jalan, lihat dunia yang luas ini. Bagaimana nasibmu jika ranting itu patah?”.

Sang semut selalu membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat ia suka. Bahkan, sang semut kuat mengangkat beban yang lebih besar dari tubuhnya. Sang semut merasa bahwa dirinya adalah binatang yang paling hebat. Si kepompong hanya diam saja mendengar ejekan tersebut. Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, di mana-mana terdapat genangan lumpur.

Lumpur yang licin membuat semut tergelincir ke dalam lumpur. Ia terjatuh ke dalam lumpur. Sang semut hampir tenggelam dalam genangan itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan. “ Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong…, tolong….!

Resolusi

Untunglah saat itu ada seekor kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut.

“Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu.

Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman. Kemudian, sang semut berterima kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya. Ia memuji kupu-kupu sebagai binatang yang hebat dan terpuji. Mendengar pujian itu, kupu-kupu berkata kepada semut.

“Aku adalah kepompong yang pernah diejek,” kata si kupu-kupu. Ternyata, kepompong yang dulu ia ejek sudah menyelamatkan dirinya.”

Koda

Akhirnya, sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu.

demikianlah artikel dari passinggrade.co.id mengenai √ Fabel Adalah : Pengertian, Jenis, Ciri Beserta Contohnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *