Alif Layyinah

Diposting pada

Alif Layyinah

Pengertian Alif Layyinah

Pembagian dan penamaan alif layyinah di kalangan ahli bahasa Arab berbeda-beda. Ada yang membagi alif layyinah menjadi dua: di pertengahan kalimat dan disebut alif thawilah (alif yang ditulis berdiri), di akhir kalimat dan disebut alif maqshurh.

Baca Juga : Munada

Ada pula yang berpendapat bahwa alif layyinah hanya berada di akhir kalimat namun mempunyai dua bentuk: bengkok dan berdiri. Alif dibagi menjadi dua: layyinah (لينة) dan yabisah (يابسة). Menurut pembagian ini alif layyinah hanya berada di akhir kalimat, sedang alif yabisah bisa berada di akhir kalimat atau di pertengahan kalimat. Alif layyinah di­lambangkan dengan huruf ya’ tanpa titik di bawahnya dan alif yabisah dilambangkan dengan alif berdiri.

Al-Ghulayini menamai alif layyinah dengan alif al-mutatharrifah, alif di akhir kalimat. Sebab alif di akhir kalimat nan­ti tidak hanya berbentuk layyinah (bengkok) tapi juga yabisah (berdiri). Dan penulis sendiri lebih cenderung pada pendapat ini Sehingga dalam bab ini nanti penulis akan menggunakan istilah alif al-mutatharrifah.

Apapun bentuk perbedaan pendapat tersebut, alif adalah huruf hijaiyah yang tidak berharakat yang membedakannya dengan hamzah, yaitu alif yang berharakat.

Kesepakatan ahli bahasa melahirkan beberapa rumusan untuk membantu pembelajar imla’ mudah memahami kaidah penulisan alif di akhir kalimat (al-mutatharrifah) dan bisa menu­lisnya secara benar.

Baca Juga : Macam-Macam Athaf

  1. Jika alif al-mutatharrifah berada di urutan ke empat dan seterusnya dalam sebuah kalimat maka alif ditulis dalam bentuk seperti ya’ tanpa titik di bawahnya) Seperti lafadمستشفى,تزكّىى. akan tetapi bila dihawatirkan terdapat kesamaan antara isim dan fiil maka alif dalam isim ditulis seperti ben­tuk ya’ sedang dalam fiil ditulis dalam bentuk alif dah (berdiri). Contoh يحي(adalah isim, menunjukkan nama) danيحيا (adalah fiil, bermakna hidup).
  2. Jika alif al-mutatharrifah berada pada urutan no. tiga, da­lam isim atau fiil, penulisan alif dibedakan. Jika asalnya adalah wawu maka alif ditulis dalam bentuk alifmamdudah(berdiri), contoh  دَعَا-عَصَا asalnya adalah دَعَوَ-عَصٌ dan bilaberasal dari huruf ya’ maka alif ditulis seperti ya’ tanpa ti­tik, contohقَضَى-هُدً asalnya adalah قَضَيَ-هُدَي
  1. Alifyang berada di akhir isim yang mabni semua ditulis berdiri.
  1. Alif yang berada pada akhir isim ajam baik hurufnya ber­jumlah tiga atau lebih ditulis dalam bentuk berdiri. Mis­alnyaزليخا,بحيرا(nama orang)أريحا,يافا,طنطا(nama tempat)أرتماطيقا ,موسيقا(istilah di bidang seni dan sains). Isim ajamyang alifnya ditulis dalam bentuk berbeda yaitu ya’ tanpa titik hanya di empat tempat, yaituموسى،عيسى،كسرى،بخارىUntuk membedakan alif layyinah (huruf ya’ tanpa titik di bawahnya) dengan ya’( dengan titik di bawahnya) adalah dengan melihat harakat huruf sebelumnya. Jika harakat huruf sebelumnya adalah fathah berarti alif layyinah, dan jika huruf sebelumnya kasrah berarti ya’.

Cara Penulisan Alif Layyinah Ditengah Kalimat

Alif layyinah yang berada ditengah kalimat secara muthlaq ditulis dengan alif baik menengahinya tersebut disebabkan oleh huruf asal,

Contoh: قال, قام, صام, نام,   atau selainnya,

Contoh: فتاه, ليلاى, مقتضام, يخشاه, يرضاه, يخشانى, إلام, علام, حتام

Baca Juga : Na’at Man’ut


Cara Penulisan Alif Layyinah Diakhir Kalimat

Alif layyinah yang berada diakhir kalimat ditulis dengan ya’ didalam tujuh tempat, yaitu ;

  1. Didalam setiap isim yang terdiri dari tiga huruf yang terdapat alif pengganti dari ya’. Contoh: الفتى, الهدى

kalau alifnya mengganti wawu maka ditulis alif.

Contoh: القفا, العصا, العلا, العصا

  1. Didalam setiap isim arobi yang lebih dari tiga huruf dan huruf sebelum terahir bukan ya’

Contoh: صغرى, كبرى, حبلى, خجلى,

dan kalau huruf sebelum terakhir berupa ya’ maka ditulis alif dengan secara mutlaq

Contoh: دنيا, قضايا, ريا, محيا, ثريا

  1. Didalam lima isim alam ajami

Baca Juga : MACAM-MACAM LAM

Contoh  موسى, عيسى, متى, كسرى, بخارى

dan isim alam yang selain lima isim alam ini ditulis dengan alif

Contoh دارا, زليخا, يافا, بنها, شبرا

  1. Didalam lima isim mabni

Contoh لدى, أنى, متى, اولى, الالى

selain lima isim mabni tersebut ditulis dengan alif

Contoh مهما, أنا, إذا

  1. Didalam setiap fi’il tiga huruf yang alifnya mengganti dari ya’

Contoh سعى, مشى, رعى, رمى

dan kalau alifnya mengganti wawu maka ditulis alif.

Contoh  دعا, غزا, عفا

dan ada sebagian ulama menulis bagian yang kelima ini dengan alif secara muthlak.

Baca Juga ; Jamak Taksir

  1. Didalam setiap fi’il yang lebih dari tiga huruf apabila huruf sebelum alif bukan ya’

Contoh: أهدى, اهتدى, اتى, خلى, صلى

dan apabila berupa ya’ maka ditulis alif karena benci berkumpulnya dua bentuk ya’.

Contoh: يحيىا, استحيا, تبيا, تزيا

  1. Didalam empat huruf seperti الى, على, حتى, بلى

sedangkan huruf yang lain ditulis alif

baca Juga ; Tamyiz

Contoh: لا, هلا, خلا,

Dan didalam keterangan diatas terdapat dua qaidah yang umum, yaitu ;

Setiap alif yang berada didalam kalimat yang fa’ atau ain fi’ilnya berupa wawu maka ditulis dengan ya’.

Contoh وعى, وقى, جوى, هوى

Setiap alif yang berada didalam kalimat yang ain fi’ilnya berupa hamzah juga ditulis dengan alif karena ulama benci kepada berkumpulnya dua alif.

Contoh: بأى, شأى, فأى

Baca Juga : Asmaul Khomsah

Lihat Juga : Harga ready Mix