Dzikir pagi dan petang menjadi salah satu amalan yang dapat dilakukan seorang Muslim secara rutin untuk mengingat Allah SWT di tengah aktivitas sehari hari. Bacaan ini berisi pujian kepada Allah, permohonan perlindungan, istighfar, doa keselamatan, hingga ungkapan syukur atas nikmat yang diterima sejak bangun tidur sampai memasuki malam.
Amalan dzikir tidak selalu membutuhkan waktu yang panjang. Beberapa bacaan hanya membutuhkan beberapa menit, sedangkan rangkaian yang lebih lengkap dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan. Hal terpenting adalah membiasakannya dengan kesungguhan dan memahami bahwa dzikir merupakan bentuk hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.
Waktu pagi umumnya digunakan untuk membaca dzikir setelah Subuh hingga sebelum matahari meninggi. Sementara dzikir petang dapat dibaca sejak sore hingga memasuki malam. Para ulama memiliki penjelasan yang beragam mengenai batas waktunya, sehingga umat Islam dapat mengikuti pendapat yang diyakini sesuai tuntunan yang dipelajari.
Mengapa Dzikir Pagi dan Petang Dianjurkan untuk Dibiasakan?
Dzikir bukan sekadar rangkaian kalimat yang diucapkan berulang kali. Seorang Muslim dianjurkan mengingat Allah dalam berbagai keadaan, baik ketika berada di rumah, bekerja, bepergian maupun saat menghadapi berbagai urusan kehidupan.
Al Quran berulang kali memerintahkan orang beriman untuk memperbanyak mengingat Allah. Pagi dan petang juga menjadi waktu yang banyak disebut sebagai kesempatan untuk bertasbih serta memuji Allah.
Kebiasaan tersebut dapat membantu seseorang memulai aktivitas dengan doa serta mengakhiri kesibukan harian dengan mengingat Sang Pencipta.
“Dzikir pagi dan petang sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai rutinitas lisan. Setiap kalimat yang dibaca berisi pengakuan seorang hamba terhadap kekuasaan, perlindungan dan kasih sayang Allah SWT.”
Seseorang yang baru mulai membiasakan dzikir juga tidak harus langsung membaca seluruh rangkaian panjang. Bacaan dapat dipelajari secara bertahap sampai akhirnya menjadi kebiasaan yang dilakukan setiap hari.
Waktu Membaca Dzikir Pagi yang Bisa Dijadikan Kebiasaan
Dzikir pagi erat kaitannya dengan waktu setelah memasuki pagi hari. Banyak umat Islam memilih membacanya setelah menunaikan salat Subuh karena pada waktu tersebut aktivitas harian biasanya belum terlalu padat.
Membaca dzikir selepas Subuh juga memudahkan seseorang mempertahankan kebiasaan. Setelah salam dan menyelesaikan dzikir setelah salat, rangkaian dzikir pagi dapat diteruskan sebelum bersiap melakukan pekerjaan.
Apabila tidak sempat membacanya tepat setelah Subuh, seseorang tetap dapat berusaha mengerjakannya pada waktu pagi. Jangan sampai keinginan untuk mendapatkan waktu yang dianggap paling ideal justru membuat dzikir akhirnya tidak dilakukan sama sekali.
Rutinitas yang konsisten jauh lebih mudah dibangun ketika memiliki waktu khusus. Misalnya membaca dzikir selama 10 sampai 15 menit setelah salat Subuh setiap hari.
Kapan Dzikir Petang Sebaiknya Dibaca?
Dzikir petang biasanya mulai dibaca ketika seseorang memasuki waktu sore. Sebagian umat Islam membiasakannya setelah salat Asar, sedangkan sebagian lainnya membacanya menjelang atau setelah Maghrib sesuai pemahaman yang diikuti.
Waktu petang sering menjadi masa peralihan dari aktivitas siang menuju malam. Pada saat tersebut seseorang dapat meluangkan beberapa menit untuk berhenti dari kesibukan dan membaca doa serta dzikir.
Menentukan waktu tetap dapat membantu menjaga konsistensi. Sebagai contoh, dzikir petang dapat dibaca setelah Asar sebelum melanjutkan pekerjaan atau setelah menyelesaikan aktivitas sore.
Bila pekerjaan tidak memungkinkan, bacaan dapat dilakukan di tempat yang bersih dan tenang ketika tersedia kesempatan.
Awali dengan Membaca Ayat Kursi
Salah satu bacaan yang sangat dikenal dalam rangkaian dzikir adalah Ayat Kursi, yakni Surah Al Baqarah ayat 255. Ayat ini berisi penegasan mengenai keesaan, kekuasaan dan ilmu Allah SWT.
Ayat Kursi dapat dibaca satu kali pada pagi dan petang.
Allah, la ilaha illa huwal hayyul qayyum. La ta’khudzuhu sinatuw wala naum. Lahu ma fis samawati wa ma fil ardh. Man dzalladzi yasyfa’u ‘indahu illa bi idznih. Ya’lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum. Wa la yuhithuna bisyai’im min ‘ilmihi illa bima sya’. Wasi’a kursiyyuhus samawati wal ardh. Wa la ya’uduhu hifzhuhuma wa huwal ‘aliyyul ‘azhim.
Secara garis besar, ayat tersebut menegaskan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha Hidup, terus menerus mengurus seluruh ciptaan dan tidak pernah mengantuk maupun tidur.
Membaca Ayat Kursi dengan memahami isi bacaannya membuat dzikir tidak berhenti pada hafalan, tetapi juga menjadi pengingat mengenai kebesaran Allah.
Membaca Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas Tiga Kali
Tiga surah pendek juga termasuk bacaan yang sangat populer dalam rangkaian dzikir pagi dan petang. Ketiganya adalah Surah Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas.
Masing masing dapat dibaca sebanyak tiga kali pada pagi dan tiga kali pada petang.
Surah Al Ikhlas menegaskan keesaan Allah SWT. Sementara Al Falaq berisi permintaan perlindungan dari berbagai keburukan yang berasal dari makhluk, kegelapan, sihir serta kedengkian.
Surah An Nas berisi permohonan perlindungan kepada Allah dari bisikan jahat yang dapat memengaruhi hati manusia.
Karena surah tersebut pendek dan cukup mudah dihafalkan, rangkaian ini menjadi salah satu bagian dzikir yang dapat mulai dibiasakan sejak dini.
Sayyidul Istighfar untuk Memohon Ampunan
Setelah memuji dan mengingat Allah, seorang Muslim juga dianjurkan memperbanyak istighfar. Salah satu doa yang dikenal dengan sebutan Sayyidul Istighfar dapat dimasukkan ke dalam dzikir pagi maupun petang.
Bacaannya adalah:
Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana ‘abduka, wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu. A’udzu bika min syarri ma shana’tu. Abu’u laka bini’matika ‘alayya, wa abu’u bidzanbi, faghfirli fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.
Isi doa tersebut berupa pengakuan bahwa Allah adalah Tuhan, pengakuan seorang hamba atas nikmat Allah serta pengakuan terhadap kesalahan yang telah dilakukan.
Doa kemudian diakhiri dengan permintaan agar Allah memberikan ampunan karena hanya Allah yang dapat mengampuni dosa.
Sayyidul Istighfar dapat dibaca satu kali pada pagi dan satu kali pada petang.
Doa Bismillahilladzi untuk Memohon Perlindungan
Bacaan berikutnya yang dapat diamalkan pada pagi dan petang adalah:
Bismillahilladzi la yadurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa la fis sama’i wa huwas sami’ul ‘alim.
Bacaan tersebut dapat dibaca sebanyak tiga kali.
Artinya kurang lebih berupa permohonan perlindungan dengan nama Allah, yang bersama nama Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun langit yang dapat memberikan bahaya tanpa kehendak Nya. Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
Bacaan yang relatif pendek membuat doa ini mudah dimasukkan ke dalam rutinitas harian, termasuk bagi orang yang memiliki aktivitas cukup padat pada pagi hari.
Membaca Raditu Billahi Rabba Tiga Kali
Dzikir lainnya yang dikenal luas adalah:
Raditu billahi rabba, wa bil Islami dina, wa bi Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.
Bacaan ini dapat diucapkan tiga kali pada pagi dan petang.
Kalimat tersebut berisi pernyataan kerelaan menjadikan Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi.
Walaupun singkat, isi bacaan tersebut berkaitan erat dengan prinsip keimanan seorang Muslim. Membacanya secara rutin dapat menjadi pengingat terhadap identitas keislaman sekaligus komitmen menjalankan ajaran agama.
Doa Allahumma Bika Ashbahna pada Waktu Pagi
Terdapat beberapa bacaan yang memiliki perbedaan kata antara waktu pagi dan petang. Pada pagi hari, salah satu doa yang dapat dibaca adalah:
Allahumma bika ashbahna, wa bika amsaina, wa bika nahya, wa bika namutu, wa ilaikan nusyur.
Doa tersebut berisi pengakuan bahwa dengan izin Allah seseorang memasuki pagi dan petang, hidup serta meninggal, kemudian kepada Allah manusia akan dibangkitkan.
Pada petang hari, bacaannya dapat berubah menjadi:
Allahumma bika amsaina, wa bika ashbahna, wa bika nahya, wa bika namutu, wa ilaikal mashir.
Perbedaan kata menyesuaikan waktu seseorang membacanya.
Memohon Kesehatan dan Keselamatan dengan Doa Al Afiyah
Kesehatan tubuh, keselamatan keluarga dan perlindungan dari berbagai kesulitan juga dapat dimohonkan melalui dzikir. Salah satu doa yang banyak dibaca adalah:
Allahumma inni as’alukal ‘afwa wal ‘afiyata fid dunya wal akhirah. Allahumma inni as’alukal ‘afwa wal ‘afiyata fi dini wa dunyaya wa ahli wa mali.
Bacaan tersebut berisi permohonan ampunan dan keselamatan di dunia maupun akhirat, termasuk keselamatan dalam agama, kehidupan, keluarga serta harta.
Seorang Muslim dapat melanjutkannya dengan bagian doa yang memohon agar kekurangan ditutupi dan rasa takut diberikan ketenteraman.
Doa seperti ini terasa dekat dengan kehidupan sehari hari karena hampir setiap orang memiliki kekhawatiran terhadap kesehatan, keluarga maupun pekerjaan.
Membaca Subhanallahi wa Bihamdihi hingga 100 Kali
Tasbih menjadi salah satu bentuk dzikir paling sederhana yang dapat dibaca kapan saja. Salah satu kalimat yang dapat diamalkan adalah:
Subhanallahi wa bihamdihi.
Artinya, Maha Suci Allah dan segala puji bagi Nya.
Kalimat tersebut dapat dibaca sampai 100 kali dalam sehari. Jumlah yang terlihat banyak sebenarnya dapat diselesaikan dalam beberapa menit apabila dilakukan dengan tenang.
Tidak harus terburu buru mengejar angka. Pengucapan yang jelas serta menghadirkan kesadaran saat berdzikir lebih baik dibandingkan membaca terlalu cepat hanya agar segera selesai.
“Konsistensi menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan dzikir. Bacaan yang sederhana tetapi dilakukan setiap hari lebih mudah melekat dalam kehidupan dibandingkan rangkaian panjang yang hanya sesekali dikerjakan.”
Memperbanyak Tahlil pada Pagi Hari
Kalimat tauhid juga dapat diperbanyak sebagai bagian dari dzikir harian. Salah satu bacaan yang sangat dikenal adalah:
La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir.
Artinya, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi Nya. Milik Nya seluruh kerajaan dan segala pujian, serta Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Bacaan tersebut dapat diulang sesuai jumlah yang dianjurkan dalam amalan yang diikuti. Sebagian orang membacanya 10 kali, sementara terdapat pula tuntunan untuk memperbanyaknya hingga 100 kali.
Kalimat tauhid dapat dibaca sambil duduk setelah salat maupun ketika memiliki waktu luang sebelum memulai pekerjaan.
Istighfar Tetap Bisa Diperbanyak Setelah Dzikir Utama
Selain Sayyidul Istighfar, bacaan Astaghfirullah juga dapat diperbanyak sepanjang hari. Istighfar merupakan permohonan ampun kepada Allah atas berbagai kesalahan yang dilakukan, baik yang disadari maupun tidak.
Bentuk sederhana yang dapat dibaca adalah:
Astaghfirullaha wa atubu ilaih.
Artinya, aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada Nya.
Tidak terdapat larangan untuk memperbanyak istighfar di luar rangkaian dzikir pagi dan petang. Seseorang dapat membacanya ketika berada di kendaraan, menunggu pekerjaan, berjalan atau saat memiliki waktu senggang.
Dengan cara tersebut, mengingat Allah tidak terbatas pada waktu tertentu saja.
Shalawat Dapat Menjadi Pelengkap Dzikir Harian
Setelah membaca rangkaian dzikir, seorang Muslim juga dapat memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Salah satu bentuk singkat yang mudah diamalkan adalah:
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.
Shalawat dapat dibaca sesuai kemampuan tanpa harus menunggu waktu tertentu. Pagi dan petang menjadi kesempatan yang baik karena seseorang biasanya sedang mengalokasikan waktu khusus untuk beribadah.
Apabila ingin membaca bentuk shalawat yang lebih panjang, seseorang dapat menggunakan Shalawat Ibrahimiyah sebagaimana biasa dibaca dalam tahiyat akhir ketika salat.
Cara Membiasakan Dzikir Tanpa Terasa Memberatkan
Memulai seluruh rangkaian sekaligus terkadang terasa berat bagi orang yang sebelumnya belum memiliki kebiasaan berdzikir. Karena itu, bacaan dapat ditambahkan sedikit demi sedikit.
Pada tahap awal, seseorang dapat membiasakan Ayat Kursi, Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas. Setelah hafal dan konsisten, bacaan berikutnya seperti Sayyidul Istighfar, doa perlindungan serta doa kesehatan dapat ditambahkan.
Seseorang juga dapat menggunakan buku kumpulan dzikir sebagai panduan apabila belum hafal. Membaca dari buku atau catatan tidak mengurangi tujuan untuk mengingat Allah.
Hal yang juga perlu diperhatikan adalah pelafalan. Jika belum mampu membaca bahasa Arab secara lancar, belajar kepada guru atau orang yang memahami tajwid dan pengucapan bahasa Arab dapat membantu mengurangi kesalahan.
Dzikir Tetap Bisa Dilakukan di Tengah Kesibukan
Kesibukan pekerjaan tidak seharusnya langsung menjadi alasan meninggalkan seluruh dzikir. Banyak bacaan pagi dan petang memiliki susunan yang singkat sehingga dapat diselesaikan dalam waktu terbatas.
Pekerja kantoran dapat membacanya sebelum berangkat. Pedagang dapat melakukannya sebelum membuka usaha. Pelajar dapat berdzikir setelah Subuh sebelum bersiap menuju sekolah atau kampus.
Pada sore hari, dzikir dapat dilakukan setelah pekerjaan utama selesai atau ketika memasuki waktu istirahat.
Bagi seseorang yang belum hafal seluruh bacaan, memulai dengan beberapa dzikir utama kemudian menambahnya secara bertahap merupakan pilihan yang lebih mudah dijalankan daripada memaksakan rangkaian terlalu panjang hingga akhirnya berhenti.
Dzikir Pagi dan Petang Bukan Hanya untuk Saat Menghadapi Kesulitan
Sebagian orang baru meningkatkan doa dan dzikir ketika sedang menghadapi masalah. Padahal mengingat Allah dianjurkan dalam berbagai keadaan, termasuk ketika seseorang sedang memperoleh kesehatan, ketenangan dan kelapangan rezeki.
Saat kondisi kehidupan berjalan baik, dzikir menjadi bentuk syukur atas nikmat yang diperoleh. Ketika menghadapi kesulitan, doa menjadi sarana seorang hamba memohon pertolongan kepada Allah.
Karena itu, dzikir pagi dan petang dapat ditempatkan sebagai bagian dari rutinitas ibadah sehari hari, bukan hanya dilakukan ketika sedang membutuhkan sesuatu.
Dengan membiasakan Ayat Kursi, tiga surah perlindungan, Sayyidul Istighfar, doa keselamatan, tahlil, tasbih dan istighfar, seorang Muslim memiliki rangkaian dzikir pagi dan petang yang dapat terus dipelajari serta diamalkan secara bertahap setiap hari.






